Kisah ini bisa dikatakan sebagai kisah misteri yang diamali oleh seorang wanita bernama Sherry Barnett. Sejak duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK), Sherry ternyata sangat menggemari dunia mistis. Bahkan, ia terobsesi dengan vampire.

Namun, ia seolah terlihat aneh lantaran dirinya begitu menginginkan kematian. Jika ada masalah, bunuh diri menjadi hal pertama yang terbersit dalam hati wanita itu. “Saya senang dengan ide untuk mati dan tidak berada di dunia ini lagi,” ujar Sherry, seperti dilansir Jawaban.com, Jumat (4/7/2014)

Ironis memang jika seorang anak kecil sudah terobsesi dengan kematian. Padahal, Sherry berada dalam ruang lingkup keluarga harmonis dan religius. “Masa kecil saya sempurna, saya punya orangtua yang baik. Dan saya memiliki segala sesuatu yang anak kecil inginkan. Keingintahuan akan okultisme dimulai saat saya berusia lima tahun. Dimulai dari hal sederhana, seperti buku-buku cerita anak-anak tentang nenek sihir, hantu, dan itu berkembang.” lanjutnya.

Ketika Sherry dewasa, ketertarikannya pada vampire justru semakin besar. Hal ini berkembang menjadi gaya hidup Sherry, bahkan ia berdandan dengan gaya gotik di masa remajanya. “Jika orang lain menonton film Vampire dan berkomentar itu keren, saya justru memasukkannya dalam hati saya dan menjadikannya gaya hidup saya.” tuturnya.

Kesukaannya pada dunia mistis justru membuat Sherry dihantui mimpi-mimpi buruk yang membuatnya depresi. Hal ini mendorongnya mengkonsumsi obat-obatan dan minuman keras.

“Saya begitu depresi. Saya ingin mati, dan saya berpikir akan memberikan satu kesempatan lagi pada diri saya. Saya ingin berdoa kepada setan dan meminta dia untuk menolong saya, sebagai imbalannya saya berikan jiwa saya kepadanya.” imbuhnya.

Seperti dalam film-film, Sherry membuat pentagram dan menaruh lilin-lilin lalu berdoa kepada hantu untuk menolongnya, tapi sekalipun Sherry sudah memohon-mohon sambil menangis histeris, ia tidak mendapatkan jawaban apapun dari setan.

Bahkan menikah dengan orang yang ia cintai dan seorang bayi yang lucu tidak dapat mengusir depresi dalam hidupnya. Hingga suatu hari seorang teman kerja suaminya memberikan sebuah Alkitab.

“Saya membaca Alkitab itu dan mulai merenungkannya. Saya mulai memikirkannya dan membuat saya jadi berpikir tentang Tuhan. Saat saya mulai membacanya, ada sesuatu yang bertanya, “Sherry, dimana pengharapanmu?” Awalnya saya memang berpikir bahwa Tuhan ada di luar sana, namun bukan untuk saya. Dia hanya untuk orang lain, Dia hanya untuk pendeta, pastor dan orang lain. Namun Dia bukan untuk saya.” urainya.

Namun Tuhan tidak berhenti bekerja dalam hidupnya, firman Tuhan yang terus ia baca itu membuatnya mulai mempercayai adanya Tuhan. “Saya sedang di dapur, mengerjakan pekerjaan ibu rumah tangga. Saya berbisik pada diri sendiri dan berdoa: “Tuhan, bila Engkau sanggup menghilangkan kecanduan saya pada narkoba, saya akan menyerahkan hidup saya kepada-Mu!” Saya bilang bahwa saya tidak sanggup melakukannya. Saya benar-benar tidak mampu. Saya benar-benar bericara kepada Tuhan, dan Tuhan mendengarkan saya,” tutur Sherry

Saat Sherry tidur malam itu, ia mengalami sesuatu yang tidak biasa. “Saya merasakan seperti ada kilatan petir yang melewati saya. Saya kaget dan terbangun dan duduk di tempat tidur. Saya mendengar sebuah suara, suara yang terdengar indahâ?¦. Bukan suara yang menyeramkan. “Sherry, kamu harus menghentikan semua ini. Kamu harus berhenti memakai obat-obat terlarang!” Saat itu saya kaget sekali, ternyata doa kecil saya di dapur di dengarkan oleh Tuhan. Pada hal itu bukanlah sebuah doa, itu hanya sebuah pembicaraan kecil.” katanya.

Apa yang dialami Sherry bukan hanya mengubah hidupnya, namun juga keluarganya. Kini, ia dan sang suami hidup bahagia dan telah lepas dari bayang-bayang kelam Sherry.

“Tuhan memberikan banyak harapan dalam hidup saya. Saya tahu siapa saya, dan tujuan hidup saya. Saya tenang sekarang. Dia begitu setia kepada saya sampai hari ini, Dia tidak pernah mengecewakan saya.” tutupnya. (nha)