Ketika salah seorang dari keluarga atau saudara kita meninggal dunia tentu kita akan bersedih dan menangis, karena orang kita sayangi sudah tak ada lagi di samping kita. Namun berbeda dengan Suku Dani yang terdapat di Papua, cara mereka tunjukan kesedihan pada anggota keluarga atau saudara yang meninggal adalah dengan memotong jari-jar

Dikutip dariĀ liputan6.comĀ (Minggu, 6/7/2014)masyarakat di pegunungan tengah di Papua melambangkan kesedihan tidak hanya dengan menangis saja, mereka akan melakukan tradisi potong jari sendiri saat ayah, ibu, anak, atau adik meninggal dunia.

Ritual yang tidak biasa ini dapat diartikan sebagai suatu upaya untuk mencegah terulang kembali malapetaka yang telah menghilangkan nyawa seorang keluarga yang tengah berduka. Memotong jari juga dilambangkan sebagai sakit dan pedihnya seseorangyang telah ditinggalkan.

Walaupun tergolong ekstrim dan bahaya, karena bisa saja jari yang dipotong akan infeksi. Tapi bagi masyarakat pegunungan tengah Papua, potong jari merupakan sebuah keharusan saat ada keluarga yang menninggal.

Umumnya pemotongan jari yang dilakukan masyarakat pegunungan tengah Papua ini dilakukan oleh kaum ibu. Tapi ada juga anggota keluarga dari pihak orang tua laki-laki atau perempuan yang melakukan pemotongan jari ini.

Pemotongan jari yang dilakukan warga pun bermacam-macam. Ada yang memotong jarinya langsung menggunakan alat tajam seperti pisau, kapak, atau parang. Bisa juga dengan cara lain, yakni mengikatkan jari dengan seutas tali selama beberapa waktu lamanya, kemudian jari yang terikat itu akan mati rasa dan mudah untuk dipotong.

Tetapi selama beberapa dekade belakangan telah ditinggalkan. Sudah jarang ditemui warga yang memotong jarinya saat ada anggota keluarga yang meninggal. Hal ini dikarenakan karena pengaruh agama yang telah masuk ke pelosok-pelosok Papua, sehingga budaya lama pun tergeser dan akhirnya ditinggalkan.(dea)