Jika mendengar kata “baywatch” yang terlintas di benak Anda pasti tentang film drama tentang kisah penjaga pantai. Namun, yang dimaksud bukanlah “baywatch” yang itu melainkan sebuah nama kuliner unik yang terletak di pelosok kota Bantul yakni Pecel Baywatch.

Pecel Baywatch ini berasal dari warung kecil yang terletak di Dusun Semanggi, Kelurahan Sambungan, Bantul, DIY milik Mbah Warno. Konon asal-usul nama baywatch sendiri berasal dari penampilan Mbah Warna yang nyentrik dan unik. Mbah Warna jarang mengenakan baju tiap kali Ia memasak, hanya ada bra yang tersemat di dadanya. Layaknya seorang yang memakai bikini ketika berjemur di pantai, dari situlah nama “baywatch” ini berasal.

Dikutip dari harianjogja.com (Rabu, 9/7/2014), alasan dari Mbah Warno yang tidak mengenakan baju saat memasak adalah karena Mbah Warno selalu merasa kepanasan. â??Ya saya enggak pakai baju karena memang kepanasan. Lagipula dari dulu memang lebih nyaman kalau tampil begini saja,â? terang Mbah Warno.

Namun soal kelezatan rasa dari pecel baywatch jangan diragukan lagi. Pecel baywatch ini memiliki rasa yang legit di lidah dan rasanya pun segar.

Mbah Warno memasak di dalam dapur yang masih tradisional dan sederhana, layaknya dapur-dapur rumah zaman dahulu. Mbah tidak memasak menggunakan kompor, Ia lebih memilih memakai tungku agar cita rasanya yang lebih nikmat. Menurut Mbah, teknik memasak dengan alat tradisional ini sudah merupakan warisan.

Selain rasanya yang lezat, harga pecel Mbah Warno pun terbilang sangat murah dibanding dengan pecel yang dijual di tempat lain, hal itu pula yang menjadi daya tarik pecel baywatch menjadi begitu populer di DIY. â??Untuk empat orang hanya cukup mengeluarkan uang Rp30.000,â? ucap Ramadhan (19) seorang pembeli pecel baywatch.(dea)