Bocah belasan tahun sudah selayaknya mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtuanya. Namun hal tersebut justru tak diterima oleh Suwandi yang berumur 12 tahun. Dengan alasan tersebut, dirinya nekat mencari ayah tirinya ke Jakarta dari Cianjur hanya dengan bermodalkan uang sebesar Rp 20 ribu saja. Apa saja yang dilalui oleh bocah tersebut? Berikut kisahnya dilansir dari Merdeka, Kamis (10/7/2014).

Dikabarkan Suwandi ke Jakarta untuk mencari Tarmo, ayah tirinya yang berusia 42 tahun. Ayah tirinya itu bekerja sebagai kuli panggul di wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pencarian Suwandi untuk menemukan Tarmo sudah berlangsung selama 1 tahun. Namun bukannya bertemu dengan sang ayahanda, Suwandi justru menjadi korban human trafficking oleh seseorang yang baru dikenalnya di Jakarta.

Suwandi mengaku sudah tak tahan menyimpan rasa kangen, kasih sayang dan perhatian dari sang ayah. Akhirnya dirinya pun nekat mencari ayahnya tersebut ke ibu kota dengan menaiki bus jurusan Cianjur-Kampung Rambutan setelah bertemu dengan seorang polisi.

“Pak polisi naikin saya ke bus tujuan Jakarta, saat saya menanyakan keberadaan Ayah saya yang bekerja di Jakarta,” kata Suwandi di Mapolres Jakarta Utara.

Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam dan sampai di Jakarta, Suwandi bingung harus kemana. Namun pada saat itu tiba-tiba ada seseorang yang menghampirinya dan mengajaknya berkenalan. Seketika itu juga Suwandi mau diajak untuk tinggal bersama pria tersebut di sebuah kolong jembatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Setelah beberapa lama tinggal di sana, tak disangka oleh Suwandi, pria yang dipanggil abang olehnya tersebut justru malah memeras keringatnya untuk memperoleh uang di jalanan. “Saya tiap harinya disuruh ngamen di jalan, kadang juga bawa topeng monyet,” ujarnya.

Penghasilan Suwandi biasanya sebesar Rp 50 ribu per hari, namun Rp 40 ribu dari hasilnya itu harus disetor ke pria yang menampungnya. Bahkan Suwandi sempat terjaring oleh Satpol PP dan sempat ditampung di rumah penampungan Dinas Sosial Cengkareng, Jakarta Barat.

Seakan gerah dan tak betah hidup di tempat penampungan. Dua bulan kemudian dirinya pun nekat melarikan diri dan berusaha kembali ke niat awalnya untuk mencari sang ayah tirinya tersebut. Namun lagi-lagi jerih payah bocah malang itu pun harus dibayar dengan mahal. Akibat tidak mampu membeli makanan dan minuman, kondisi tubuhnya menurun dan jatuh sakit hingga terkapar lemas di jalanan.

Suwandi kemudian ditemukan oleh ketua RT yang bernama Zainudin. Zainudin lalu melaporkan hal tersebut kepada kelurahan tempatnya tinggal, yaitu di daerah Pasar Ikan, Penjaringan. “Suwandi ditemukan dalam keadaan lemas dan tak mengucapkan sepatah kata pun, sehingga dibawa ke Puskesmas Penjaringan dan diketahui sakit tipus sehingga dirujuk ke RSUD Koja dan kami titipkan kepada Sudin Sosial,” kata Bambang Mugiarto, Sekretaris Kelurahan Penjaringan.

Suwandi kini berada di rumah yang aman berkat bantuan dari Rika Sutiyo, Perwakilan Lembaga Perlindungan Anak Suku Dinas Sosial Jakarta Utara. Nantinya, Suwandi akan dibantu pulang ke kampungnya oleh Polres Cianjur untuk mencari Yanti ibu kandung Suwandi serta alamat Suwandi di Cianjur. (tom)