Lagi-lagi, untuk kesekian kalinya Palestina harus mendapat serangan bertubi-tubi dari Israel yang tak henti-hentinya membombardir negara tersebut. Saat ini, dikabarkan 88 orang tewas akibat pertempuran di dua negara Islam tersebut.

Sepertinya, kubu Israel tak akan berhenti menyerang Palestina hingga pasukan Hammas telah musnah. Akibat dari insiden ini pun harus dirasakan oleh warga sipil Palestina khususnya anak-anak kecil dan kaum wanita.

Ratusan anak kecil dan para wanita yang tak berdosa ikut merasakan duka dari pertempuran tersebut. Mereka mengalami luka-luka di sekujur tubuh mereka.

Tangisan, ratapan, dan penderitaan harus dialami mereka ditengah penyerangan tersebut. Insiden ini pun sontak menaruh perhatian bagi umat di seluruh dunia.

Salah satunya adalah band ternama Coldplay. Terkait insiden kemanusiaan ini, Coldplay pun mengunggah video klip berjudul Freedom For Palestine milik Oneworld. Hal ini bertujuan sebagai simbol simpati atas serangan mengerikan tersebut.

Coldplay ingin menggalang dukungan kepada penggemarnya untuk Palestina. Mereka pun menulis part lirik We are the people/ this is our time/ stand up, sing out/ for Palestine sebagai seruan untuk dukungan warga Palestina

Namun simpati Coldplay membuat mereka dibully oleh penggemarnya. Seperti dikutip dari Washington Post, Jumat (11/7/2014), dalam waktu kurang dari satu hari ada 12.000 komentar diposting mereka, termasuk janji untuk memboikot band itu dan grup Facebook yang menuntut permintaan maaf Israel.

Ada dua kubu antara pro Palestine dan pro Israel yang kemudian saling mencerca dikomentar itu. Pro Israel pun mengecam tindakan Coldplay yang menuduh melukai perasaan mereka.

Tak ingin menimbulkan keributan, Coldplay pun akhirnya menghapus postingan video tersebut. Kabarnya link video tersebut diblock oleh Facebook setelah dilaporkan oleh seorang user karena liriknya yang kasar. (nha)