Pernikahan seorang model sekaligus pemain sinetron Marissa Jeffryna dan Agung Udijana beberapa waktu lalu dikabarkan kandas. Keduanya diberitakan telah bercerai. Meski demikian, masih belum jelas apa penyebab perceraian mereka. Namun ada dugaan kalau pernikahan mereka berakhir karena Marissa yang memiliki indra keenam. Benarkah demikian?

Diakui Marissa, kemampuan indra keenam yang dimilikinya sejak kecil itu kerap dipergunakan untuk membaca masa depan seseorang. Padahal, masa depan merupakan ketentuan dari Tuhan. Model berumur 27 tahun itu pun beberapa kali dinasihati mengenai karma membaca masa depan seseorang.

“Aku pernah dikasih tahu sama orang yang bisa (punya indra keenam). Katanya, aku jangan terlalu suka bacakan (prediksi) orang. Karena nanti ada barterannya. Itu kan harusnya rahasia Tuhan. Di saat aku membuka, aku harus membayarnya,” kata Marissa ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, seperti dilansir dari Liputan6, Sabtu (12/7/2014).

“Ya itulah, kehidupan percintaan aku saja berantakan. Aku sama pasangan ada saja (masalah), bukan karena nggak terima aku kayak begini. Tapi ada saja yang bikin nggak satu,” lanjutnya.

Memang ketika Marissa mencoba untuk membaca mengenai masa depan seseorang, dirinya kerap mengalami hal yang tidak enak. “Aku pernah dipaksa ngebacain orang, aku ke lokasi syuting adikku. Aku langsung kayak orang pingsan, dan nggak bangun. Karena capek banget ngebaca begituan,” ungkapnya.

Dikaruniai kemampuan lebih dibandingkan orang biasa, Marissa mengaku tak ingin mengkomersilkan kemampuannya itu, meskipun sudah banyak orang yang meminta bantuan melalui jasanya membaca masa depan tersebut.

“Artis banyak. Kadang seputar percintaan atau karier. Kalau dijadikan bisnis aku sama sekali nggak mau menguangkannya,” kata pesinetron cantik itu.

Marissa mendapatkan kemampuannya itu sejak sadar dari koma yang cukup lama. “Dulu waktu masih kecil umur lima tahun, aku sempat koma. Jadi itu semua kejadian aku masih kecil, aku nggak ingat sama sekali. Aku sakit meningitis, aku divonis nggak sembuh, kalau sembuh cacat,” ujarnya.

Berbeda dengan paranormal yang menggunakan media kartu tarot, Marissa justru lebih sering diberi ilham lewat mimpi. Namun, Marissa tak tahu, apakah dirinya masuk ke dalam golongan paranormal, indigo atau murni indra keenam.

“Dulu aku sempat pakai tarot, tapi justru buat (prediksi) aku sendiri malah nggak bisa. Paling aku lewat mimpi. Indigo, atau paranormal aku nggak tahu dan nggak mau tahu. Aku capek juga sebenarnya,” tutupnya. (tom)