Penggunaan energi saat melakukan aktivitas yang berat sebaiknya jangan terlalu boros dan harus efisien, hal ini dibutuhkan agar tidak mudah lepas saat melakukan aktivitas berat maupun saat berlari. Peneliti mengungkapkan trik jitu untuk menghemat energi saat berlari.

Secara alami atau  tanpa sadar, seseorang yang berlari akan mengayuhkan tangannya saat berlari. Dalam studi sebelumnya, peneliti menemukan  bahwa mengayuhkan tangan dapat membantu keseimbangan tubuh seseorang yang berlari. Namun begitu belum jelas apakah gerakan tersebut dapat menghemat energi.

Ketua studi Christopher Arellano, seorang pakar biomedis di Brown Univeristy, mengatakan, mengayuhkan lengan merupakan gerakan alami yang terjadi, akan sulit menilai penghematan energi yang mungkin terjadi saat melakukannya.

Dikutip dari kompas.com (Sabtu, 19/7/2014), dalam studi terbaru peneliti menganalisis orang-orang yang rutin berlari baik untuk rekreasi maupun kompetisi. Para peneliti tersebut meminta sampel untuk berlari di treadmill untuk mengukur laju oksigen yang dihirup dan karbon dioksida yang dikeluarkan.

Kemudian para peserta diminta berlari tanpa mengayuhkan lengan melalui tiga cara. Pertama, merekatkan kedua tangan di punggung. Kedua, menyilangkan tangan di dada. Ketiga, menaruh tangan di atas kepala.

Dari penelitian tersebut didapatkan hasil pelari yang mengayuhkan lengan saat berlari boros tiga persen tenga dibanding dengan pelari yang menaruh tangan di punggung, kemudian 9 persen lebih boros dibanding menyilangkan tangan di dada, dan 13 persen lebih boros dibanding dengan menaruh tangan di atas kepala.

Walaupun kegiatan mengayuhkan lengan memakan lebih banyak energi, tapi bila tidak dilakukan saat berlari, maka akan menghabiskan energi yang lebih banyak. Mengayuhkan lengan akan mengurangi gerakan torso, karena torso memiliki massa yang mencapai 40 hingga 50 persen dari massa tubuh, sedangkan massa lengan hanya 10 persennya saja.(dea)