Apakah Anda sering berpikir negatif atau sinis terhadap orang lain? Jika, ya, mungkin sebaiknya Anda mengurangi kebiasaan buruk tersebut karena berpikir sinis hanya akan membuat Anda rentan terkena penyakit stroke.

Seperti halnya kesehatan fisik, kesehatan mental Anda pun harus terus dijaga agar antara jasmani dan rohani bisa tetap seimbang sehingga Anda bisa menjalani kehidupan dengan baik.

Dikutip dari merdeka.com (Minggu, 21/7/2014), penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Minnesota menemukan bahwa orang yang berpikiran buruk dapat mempengaruhi resiko seseorang mempengaruhi penyakit tertentu. Penelitian ini pun menunjukan bahwa orang yang stres dan berpikiran negatif meningkatkan seseorang terkena penyakit stroke.

Penelitian dilakukan kepada 6.700 orang dewasa yang berusia 45 hingga 84 tahun. Peneliti kemudian mengikuti para partisipan selama 11 tahun dan mengamati beberapa hal seperti tingkat stres, pemikiran sinis pada orang lain, perasaan marah, dan lainnya Kemudian mengaitkan hal tersebut dengan tingkat resiko stroke yang mungkin dialami.

Hasilnya, sebanyak 200 orang terkena stroke. orang-orang tersebut adalahmereka yang memiliki pemikiran dan sikap sinis yang tinggi. Peneliti mengungkap orang yang berpikiran sinis tinggi memiliki kemungkinan dua kali lipat terserang stroke daripada orang yang kurang berpikiran sinis.

Sementara itu, hasil lainnya mengungkapkan orang yang depresi kemungkinan 86 persen bisa terserang stroke dan orang yang memiliki stres kronis kemungkinannya sebesar 59 persen untuk terkena stroke. Meski demikian, peneliti tak menemukan adanya perasaan marah dengan resiko stroke.

“Selama ini kita sudah fokus pada beberapa faktor seperti tingkat kolesterol, tekanan darah, rokok, dan lainnya. Semuanya sangat penting, namun penelitian ini menunjukkan bahwa aspek psikologis juga sama pentingnya,” ungkap peneliti Susan Everson-Rose dari University of Minnesota dilansir dari Science Daily.(dea)