Sebelumnya, jagat Twitter sempat dibuat heboh dengan adanya kabar dari pentolan Dewa 19, Ahmad Dhani bahwa ia berjanji ingin memotong alat kelaminnya jika Joko Widodo (Jokowi) berhasil menjadi Presiden Republik Indonesia.

Ternyata, kabar tersebut tidaklah benar adanya. Dhani mengaku bahwa ia tak pernah menulis janji tersebut. “Itu twit editan, saya nggak pernah menulis itu. Bisa dibuktikan melalui akun saya,” kata Dhani, seperti dilansir Liputan6, Selasa (22/7/2014)

Dhani mengaku tak mungkin ia mengumbar nazar tersebut. “Ngapain, nggak ada kayak gitu-gitu. Kemaluan saya sangat saya cintai, ngapain saya nazar kayak begitu,” ujar Dhani

“Banyak berita pasca-pilpres tentang kebohongan, seperti saya dibayar Rp 10 miliar, sampai potong kelamin. Ini kebohongan secara canggih dan berjamaah juga serius dilakukan oleh media,” lanjut Dhani.

Menurut Dhaniu, ada oknum tertentu yang sengaja ingin menjatuhkan namanya. “Mereka sengaja ingin menjatuhkan nama saya. Saya melapor ke Dewan Pers karena ada modus operandi baru. Laporan ini buat merka-mereka yang nggak bermoral. Cerdik sih, sampai membuat akun palsu,” papar Dhani

Atas kasus ini, Dhani berniat melaporkan si pembuat akun palsu kepada pihak berwajib. Namun Dhani sadar, pembuat akun palsu sulit terdeteksi, ia pun tak bisa berbuat apa-apa. “Kalau tahu tempatnya (yang membuat akun palsu) bisa juga di laporkan. Tapi kan kebanyakan situs fiktif, jadi nggak bisa ngapa-ngapain,” imbuh Dhani.

Dhani menambahkan, tweet berisi potong kelamin sangat menggangu dirinya. Terlebih, para sahabatnya percaya bahwa Dhani yang menulis tweet tersebut. Untuk kedepannya, Dhani tak ingin kejadian ini terulang kembali.

“Saya nggak ingin modus ini akan terus berlangsung. Sahabat saya aja percaya kalau itu saya yang nulis. Hampir tiap ketemu, itu mulu (soal tweet) yang ditanya,” tuturnya.

Kini, Dhani hanya berharap dengan laporannya ini, media-media yang memberitakan dirinya tentang pemotongan alat kelamin agar meminta maaf kepadanya, baik langsung atau tertulis.

“Saya hanya ingin media itu meminta maaf, kalau bisa meminta maaf lewat pemberitaan media mereka,” tutupnya. (nha)