Siapa bilang cacat fisik tak mampu membuat orang menuju kesuksesan dalam hidupnya. Hal ini pun sudah dibuktikan oleh wanita berparas cantik bernama Er Ma A Yi.

Wanita ini mau tak mau harus menerima kondisi tubuhnya yang tak sesempurna dengan orang pada umumnya. Ia hanya memiliki satu kaki saja. Alhasil, ia harus menggunakan tongkat untuk berjalan. Meski memiliki cacat fisik, Er Ma tak patah semangat dalam menjalani hidup

Saat berusia 3 tahun, Er Ma mengalami kecelakaan. Peristiwa itu pun merenggut salah satu kakinya. Akhirnya, ia harus merelakan salah satu kakinya untuk di amputasi.

Meski mempunyai satu kaki, Er Ma tetap bisa memakai high heels setinggi 20 cm. Ia pun sangat terlihat cantik dan menawan. Sejak kecil, Er Ma bercita-cita menjadi seorang penyanyi.

Namun, seiring berjalannya waktu, ia memutuskan untuk menjadi guru Taman Kanak-Kanak. Ia menjalaninya dengan senang dan bersyukur. Hingga akhirnya Er Ma A Yi mendapat kesempatan untuk tampil sebagai penyanyi di Chengdu Disabled Art Troupe pada usia 19 tahun. “Aku tak pernah sebahagia hari itu,” ujarnya, seperti dilansir Vemale, Selasa (22/7/2014)

Dalam benak Er Ma, ia ingin mengenakan gaun dengan paduan high heels saat tampil bernyanyi depan publik. Ia pun akhirnya memberanikan diri untuk membeli sepasang sepatu pertamanya. Sepatu tersebut hampir mencelakakan kakinya saat pertama kali ia menggunakannya.

“Untunglah aku bukan orang yang mudah menyerah. Aku terus latihan dan mencoba sampai aku lebih percaya diri sekarang berbelanja atau hang out dengan sepatu hak tinggi,” imbuhnya.

Bahkan, Er Ma berani mencoba melakukan olahraga yoga, badminton dan berbagai kegiatan yang awalnya nampak tidak mungkin untuknya. Siapa sangka, kegiatan Er Ma yang tak pernah putus asa dalam menjalani hidup diabadikan oleh orang lain dalam sebuah foto.

Seorang itu pun mengunggah foto Er Ma di lama Weibo. Semenjak saat itu, dalam hitungan hari ia menjadi sangat populer. Alhasil, foto Er Ma pun menjadi viral di social media. Mengetahui fotonya menjadi perbincangan publik, Er Ma pun merasa terharu sekaligus sangat senang.

Kisah Er Ma pun patut diteladani dan bisa menjadikan inspirasi banyak orang untuk tetap tegar menjalani kehidupan di dunia ini meski memiliki cacat mental. (nha)