Siapa sih yang tidak mengetahui atau mengenal aplikasi chatting mobile phone bernama WhatsApp? Anda pasti merupakan salah satu pengguna aktif dari aplikasi tersebut. Aplikasi chat yang sudah mendunia ini memudahkan manusia dalam berkomunikasi. Namun apakah Ana mengetahui siapa aktor yang berperan dalam berdirinya WhatsApp?

Dia adalah Jan Koum, seorang dari Ukraina yang lahir dan besar dari keluarga miskin. Saat usianya memasuki 16 tahun, Jan nekat pindah ke Amerika untuk mengejar mimpinya di negeri paman sam tersebut.

Dikutup dari iphincow.com (Rabu, 23/7/2014), Jan yang berusia 17 tahun nyaris menjadi gelandangan. Ia hanya makan jatah dari pemerintah setempat, tidur hanya beralaskan tanah dan beratapkan langit. Untuk bertahan hidup sehari-hari, Ia bekerja sebagai tukang bersih-bersih di sebuah supermarket. Hidup Jan kian berat setelah mengetahui ibunya terkena kanker.

Koum pernah berkuliah di San Jose University, namun Ia lebih memilih untuk drop out, karena lebih menyukai belajar pemograman secara otodidak daripada di kampus.

Jan pun belajar sampai Ia menjadi ahli pemograman. Jan pun diterima bekerja sebagai engineer di perusahaan terkemuka Yahoo!. Di Yahoo! Jan bekerja selama 10 tahun dan berteman akrab dengan Brian Acton.

Kemudian pada tahun 2009-lah, Jan dan Brian bekerja sama membuat aplikasi WhatsApp. Setelah mmemutuskan untuk keluar dari Yahoo!, mereka berdua melamar ke sebauh perusahaan yang terkenal dengan jejaring sosialnya, Facebook. Namun sayang keduanya ditolak. Mungkin Facebook-lah yang kecewa telah menolak mereka berdua, karena beberapa waktu lalu perusahaan yang dipelopori oleh Mark Zuckerberg ini membeli WhatsApp seharga Rp 224 miliar.

Setelah WhatsApp resmi dibeli, Jan pun tak pernah lupa akan kenangan masa-masa sulit yang pernah dihadapinya. Ia pun selalu datang ke tempat dimana saat usia 17 tahun, Ia mengantri untuk mendapatkan jatah makanan dari pemerintah. Ia pun selalu mengenang almarhum ibunya yang telah meninggal karena kanker.(dea)