Cerita mistis ini datang dari seorang pemuda yang hidup di kota Kebumen, Jawa tengah. Di sore hari itu, tepatnya saat sang kakak memberi kabar melalui handphone bahwa dia akan mudik ke kampung halaman. Sang kakak kala itu bekerja di kota Bandung.

Dilansir infometafisik, Kamis (7/8), rencananya, ia akan ulang kampung dengan menggunakan kereta api. Ia pun meminta saya menjemputnya di stasiun KA Kebumen pada jam yang telah kami perkirakan. Lantaran kakak saya naik kereta malam, otomatis kereta api kami perkirakan akan sampai di stasiun Kebumen pada dini hari sebelum subuh atau sekitar jam 03.30 wib.

Pukul 03.00 wib, saya pun bangun dan bersiap siap berangkat ke stasiun KA untuk menjemput kakak. Jarak antara rumah dengan stasiun tidaklah begitu jauh kira kira 10 menit saja

Setelah saya sampai di pertigaan alun-alun, saya melihat seseorang yang sedang duduk di tengah pertigaan itu. Terlihatlah sosok laki laki yang sedang duduk dengan mengenakan kemeja serta celana berwarna putih dengan bersimbah darah seperti habis kecelakan di pertigaan itu.

Kemudian sosok laki laki itu melambaikan tangan ke arah saya seperti meminta pertolongan.. Namun, karena perasaan takut saya hanya lewati begitu saja sosok laki laki itu.

Tak tahu kenapa, tiba-tiba saya berubah pikiran dan ingin membantu laki-laki tersebut. Saya menolong laki laki itu dengan memberikan tumpangan ke rumah sakit.

Saat saya menghampiri laki laki itu, terpampanglah kulitnya berwarna putih pucat dengan bersimbah darah. Sang pria itu pun naik dan membonceng saya di motor.

Setelah beberapa saat motor melaju, saya sempat kaget karena tiba tiba saja pundak saya terasa ditempelin sesuatu yang begitu dingin. Ternyata itu adalah tangan sang pria berwarna krem.

Saya pun mengajak ngobrol dia seperti ini: “mas, njenengan (anda) mau kemana?” laki laki: “ke rumah sakit” saya : “njenengan(anda) kenapa mas, kok bersimbah darah begini”(saya masih melihat ke arah spion)

“Jangan liatin saya terus mas……”(sambil senyum)

“Mas, sudah hampir sampai rumah sakit….”

Namun tak ada jawaban dari pria itu. Saya pun melihat ke arah spion kanan motor. Betapa kaget kaget saya melihat sang pria itu sudah tak berada di belakangan saya lagi.

Menghilangnya sosok laki laki itu secara misterius menyisakan perasaan apakah ia sosok manusia atau hantu. Sampai pada akhirnya kereta yang ditumpangi kakak saya masuk/sampai di stasiun kota saya,dan kakak saya melihat saya sedang terduduk seperti orang bingung.

“Kok kamu kaya orang lagi bingung gitu, memangnya kenapa, ada apa?

“Ga kenapa napa kok, saya cuma masih ngantuk aja, jawab saya”.

Setelah sampai dirumah saya baru menceritakan kejadian yang saya alami tadi. Setelah selesai bercerita, kakak saya cuma tersenyum lalu berkata. “Sudah ga apa apa, yang panting niat kamu baik mau menolong dan ga usah dipikirkan lagi, tidur lagi saja sana..! tadi katanya kamu masih ngantuk”

Usut punya usut ternyata seminggu yang lalu pertigaan yang saya lewati tadi terjadi kecelakaan tunggal yang menewaskan pengendara motor. Motor yang dikendarai orang tersebut menabrak pembatas jalan karena ngantuk, dan pengendara meninggal seketika di tempat. (nha)