Apa yang ada di benak Anda jika mendengar kata air terjun? Tentunya sebuah pemandangan air yang mengalir deras dari dataran tinggi ke dataran rendah yang umumnya berada di pegunungan dan di pedalaman hutan rimba. Namun berbeda halnya dengan air terjun “darah” yang terdapat di Antartika ini. Anda akan melihat pemandangan yang berbeda dari sebelumnya.

Dikutip dari amusingplanet (Minggu, 17/8/2014), air terjun ini tak seperti kebanyakan karena air yang berasal bukanlah dari mata air pegunungan melainkan dari gletser dan menghasilkan warna merah seperti darah. Air terjun ini pun tak begitu tinggi dan memiliki kecepatan aliran air yang cukup lambat.

Seorang geolog yang pertama kali menemukan air terjun ini pada tahun 1991 di lembah Mc Murdo mengatakan, warna merah yang ada pada air terjun tersebut disebabkan oleh ganggang merah, sifat dasar ganggang itu lebih dari yang diperkirakan.

Diperkirakan sekitar 2 juta tahun yang lalu, gletser Taylor berada di bawah aliran air yang mengandung kumpulan mikroba kuno dan terisolasi di bawah aliran es yang sangat tebal. Mikroba ini berkembang dengan sendirinya secara alami, tanpa bantuan cahaya, panas dan oksigen. Kondisi salinitas yang tinggi menyebabkan kandungan zat besi yang tinggi dan warna merah layaknya darah dalam tubuh manusia.

Air terjun ini tercipta karena adanya celah dari gletser yang memungkinkan air subglacial keluar dan membentuk air terjun.

Fenomena ini langka dan jarang terjadi di Antartika. Banyak orang awam yang berpendapat bahwa air terjun terjadi karena adanya kekuatan gaib atau mistis yang menyelimuti daerah sekitar air terjun. Namun terlepas dari semua itu pemandangan air terjun berwarna merah ini sangatlah menarik dan berbeda dari yang lain.(dea)