Setelah sekian lama tidak mengeluarkan uang cetakan baru, kini Indonesia memiliki uang baru yakni uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), uang ini nantinya akan menggantikan uang rupiah yang sudah lama beredar di Indonesia.

Uang NKRI yang telah beredar adalah uang pecahan Rp 100.000 yang telah dikeluarkan pada 17 Agustus 2014 bertepatan dengan HUT RI yang ke-69. Uang baru ini sudah bisa didapatkan di seluruh mesin ATM di semua bank.

Ada filosofi tersendiri dari uang NKRI pecahan Rp 100.000 yang telah beredar. Filosofi yang pertama adalah bahwa uang yang selama ini beredar tidak ada kata Negara Kesatuan Republik Indonesia di dalamnya, namun dengan adanya undang-undang nomor 7 Tahun 2011, akhirnya uang ini ditetapkan sebagai uang NKRI. Hal ini mempertegas bahwa uang baru ini adalah uang dari Indonesia. Deputi Gubernur BI Ronald Waas mengklaim uang ini tidak akan mudah dipalsukan.

Lalu apa perbedaan lainnya dari uang lama dan uang NKRI baru selain ada kata NKRIdi dalamnya? Pertama dari bahan, menggunakan kertas khusus terbuat dari serat kapas. Ukurannya 151 mm x 65 mm. Apabila dilihat dari sudut tertentu akan terlihat perbedaan warna. Apabila diraba akan terasa cetakan agak kasar di beberapa bagian. Bila diterawang akan terlihat logo BI yang saling mengisi dan gambar pahlawan pada area tanda air. Selain itu juga terdapat tanda tangan dari Menteri Keuangan dan Gubernur BI.

Rencananya, uang NKRI pecahan Rp 50.000 dan Rp 20.000 juga akan dibuat dan akan mengalami perbedaan dari uang rupiah yang lama.

Bahkan di internet beredar uang yang baru akan memiliki jumlah nol yang lebih sedikit daripada yang sebelumnya seperti Rp 100.000 akan menjadi Rp 100. Uang Rp 50.000 menjadi Rp 50, dan Rp 20.000 akan menjadi Rp 20.(dea)