Jika berkunjung ke pesisir selatan di Sumatera Barat, sempatkanlah berkunjung menikmati pesona keindahan alam Jembatan Akar Bayang dan Air Terjun Bayang Sani. Kecantikan jembatan akar yang terbentuk secara alami dan derasnya air terjun akan membuat Anda terpukau.

Dikutip dari indonesia.travel (Minggu, 24/8/2014), jembatan akar bayang terjalin dari akar yang terlilit secara alami. Jembatan ini menjadi penghubung dua desa, yakni Kampung Puluik-puluik dan Kampung Lubuk Silau. Akar yang melilit ini terbentuk secara alami dari pohon beringin yang sudah ada sejak 1916.

Jembatan tersebut merupakan warisan nenek moyang warga Pulut-Pulut Kenagarian Koto Ranah Kecamatan Bayang Utara (Bayu) bernama Pakiah Sokan. Pakiah yang awalnya meniti akar hingga menjadi jembatan yang bisa digunakan hingga kini. Jembatan tersebut berukuran panjang 10 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 6 meter di atas permukaan air sungai.

Ada ikan terlarang yang ada di bawah sungai jembatan akar. Ikan ini tidak boleh dipancing dan diambil. Menurut kepercayaan setempat, jika ada yang berniat salah dengan ikan tersebut maka akan timbul masalah yang tidak diinginkan.

Selain jembatan akar yang “ajaib”, ada juga Air Terjun Bayang Sani, letaknya sekitar 3 kilometer sebelum jembatan akar Bayang.  Air terjun ini sangat indah dan memiliki ktinggian 80 meter dengan lima tingkatan. Pengunjung hanya bisa sampai tingkat ketiga saja untuk menyaksikan air terjun ini dari dekat. Air terjun Bayang Sani merupakan yang terbesar di Pesisir Selatan.

Untuk menuju lokasi jembatan akar Bayang dan Air terjun Bayang Sani bisa menempuh perjalanan 1,5 jam dari kota Padang. melalui Teluk Bayur dan perbukitan hijau. Kemudian perjalanan diteruskan dari simpang Bayang sekitar satu kilometer hingga mendapati lokasi jembatan akar.(dea)