Sulit tidur atau waktu tidur yang semakin pendek selama ini dikaitkan dengan stres atau masalah kesehatan pada orang dewasa. Namun peneliti mendapati bahwa orang yang beranjak tua seringkali memiliki waktu tidur yang lebih singkat dibandingkan dengan orang dewasa atau dewasa muda. Karena itu peneliti mencari tahu kaitan antara usia yang bertambah dengan jumlah waktu tidur yang berkurang.

Dilansir dari Care2, Senin (25/8/2014), peneliti dari Beth Israel Deaconess Medical Center (BIDMC) dan University of Toronto menemukan bahwa penyebab manula seringkali memiliki waktu yang lebih pendek adalah karena hilangnya sel otak yang berkaitan dengan semakin berkurangnya aktivitas pada otak.

Manula yang memiliki aktivitas lebih sedikit pada VLPO (ventrolateral preoptic nucleus), yaitu bagian otak yang mengontrol waktu terjaga dengan melepaskan zat kimia galanin dan GABA, memiliki waktu tidur yang lebih singkat dibandingkan dengan manula yang memiliki aktivitas VLPO yang lebih tinggi.

Jumlah aktivitas dan sel saraf yang ada pada VLPO ternyata berkaitan dengan banyaknya waktu yang bisa didapatkan seseorang untuk tidur dengan nyenyak. Hasil ini mengungkap bahwa orang dewasa yang memiliki 6 ribu atau lebih saraf bisa menikmati waktu tidur 10 persen lebih lama dibandingkan dengan manula yang memiliki 3 ribu neuron atau kurang dari itu.

“Rata-rata, orang berusia 70 tahunan mengalami penurunan waktu tidur sebanyak satu jam per malam jika dibandingkan dengan ketika mereka berusia 20 tahunan,” ungkap ketua peneliti Clifford Saper, M.D., Ph.D dari BIDMC.

Meski hal ini terjadi secara alami, namun manula sebaiknya tak mengabaikan kurangnya tidur yang mereka alami. Kurang tidur bisa memicu masalah kesehatan lain seperti depresi, obesitas, dan lainnya. Manula sebaiknya mulai mencari cara untuk memperbanyak waktu tidur seperti melakukan meditasi atau meminta bantuan ahli. (tom)