Ayam Betutu Gilimanuk adalah hidangan lezat khas pulau Dewata. Masakan ini berbahan dasar ayam yang dimasak dengan cara digoreng. Jika Anda ingin menyantap makanan ini, kini Anda tak perlu jauh-jauh singgah ke Bali. Pasalnya, hidangan ini sudah tersedia di kota Jakarta.

Hidangan ini terbagi menjadi 2 macam yaitu kuah dan goreng. Rempah-rempah yang digunakan pun adalah campuran berbagai bumbu dapur dan rempah khas Bali seperti daun jeruk, bawang, ketumbar, pala, kunyit, dan bumbu lainnya. Dalam memasak ayam betutu bisa dikatakan cukup sulit.

Pertama, ayam atau bebek yang sudah dilumuri bumbu dibungkus dengan daun pisang dan pelepah pinang. Lalu, bungkusan tersebut dimasukkan dalam tanah bersama bara api selama kurang lebih 6-7 jam.

Hidangan ayam betutu di Ibukota tersedia di restoran yang berada di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Sang juru masak restoran, Rodek mengatakan rumah makan ini hanya menjajakan hidangan khas Bali. Meski begitu, para pengunjung lebih menyukai hidangan ayam betutu dibandingkan masakan Bali lainnya.

“Yang paling dicari selain nasi campur Bali adalah ayam betutu. Ada juga bebek betutu tapi orang Jakarta banyaknya lebih suka yang ayam,” kata Rodek, seperti dilansir Kompas, Kamis (28/8/2014)

Dalam mengolah hidangan ini, Rodek menggunakan bumbu yang dikirim langsung dari Bali. “Bentuknya franchise. Bumbunya langsung dikirim dari Bali dan kami di sini mengolahnya,” lanjut Rodek

Ayam betutu yang dijual disini bercita rasa peda. Namun, jika Anda tak suka pedas dapat memesan ayam goreng goreng yang disajikan dengan kuah. Kurang lengkap jika tak ada sambal untuk menemani makan ayam betutu. Untuk itu, Rodek menyajikan sambal khas Bali yakni sambal matah.

Sambal matah dibuat dari campuran irisan bawang merah, cabe rawit, sereh, dan perasan jeruk limau, dan minyak kletik. Radek mengatakan, â??Bahannya harus segar. Kalau tidak segar akan berbau. Rasanya jadi nggak enak. Warnanya juga jadi kusamâ?. paparnya

Minyak kletik ialah minyak tradisional yang terbuat dari perasan buah kelapa. “Minyak kletik-nya juga asli dari Bali,” tutupnya. (nha)