Jika Anda tengah berjalan-jalan ke kota Bandung, jangan lupa untuk mampir ke Kedai Martabak Tropica. Ini adalah tempat makan yang menjual berbagai varian martabak manis yang terdapat di kota Kembang.

Lokasi kedai ini berada di Perumahan Taman Kopo Indah II, Blok B1 No. 6 atau tepatnya depan Pasar Segar, Bandung, Jawa Barat. Sambil menunggu martabak pesanan Anda matang, pengunjung dapat menikmati menu lain seperti kopi, susu, minuman dingin dan camilan lainnya.

“Kita ciptakan konsep, sambil menunggu martabaknya jadi, (pengunjung) bisa sambil enjoy, duduk-duduk santai, bisa sambil ngopi-ngopi dulu, minum-minum dulu dan yang tak kalah penting di kedai Martabak Tropica ini kita sediakan free wifi,” kata pemilik kedai Martabak Tropica, Bryan Z Leman, seperti dilansir Kompas, Sabtu (30/8/2014)

Menurut Bryan, kedai ini memakai konsep paling baru dibandingkan dengan penjual martabak lain di Bandung. “Tentu ini beda, ini konsep baru dan pertama di Bandung,” katanya.

Lebih lanjut Bryan mengatakan, dirinya baru tiga bulan menjual martabak manis tersebut. Mulanya, Bryan menjual martabak menggunakan gerobak di pinggir jalan. Namun, lantaran banyaknya pengunjung, Bryan pun akhirnya membuat kedai untuk menampung para penikmat kuliner yang akan membeli martabak buatanya.

“Akhirnya, saya bikin konsep seperti ini. Orang bisa sambil ngopi dan sambil internetan gratis, jadi layaknya sebuah kafe, ya, jadi kedai Martabak Tropica,” imbuh Bryan.

Di sini, terdapat berbagai varian martabak seperti martabak manis ataupun martabak bolu. Harganya mulai Rp 40.000 sampai Rp 100.000.

“Ada tiga varian untuk martabak manis dan martabak bolu ini, yaitu, biasa, pandan asli dan coklat. Kalau yang rasa pandan asli nambah Rp 5.000 dari harga biasa, kalau yang coklat atau spesial nambah Rp 15.000 dari harga biasa. Sementara harga martabak asin atau telor mulai Rp 35.000 sampai Rp 51.000,” jelasnya.

Tak hanya martabak saja, Bryan juga menjual bolu kering. “Harga bolu kering mulai Rp 35.000 sampai Rp 40.000,” kata Bryan.

Dalam sehari, lanjut Bryan, kedainya mampu menjual hingga 100 martabak. “Rata-rata 80 martabak kita jual dalam sehari, tapi, paling sedikit dalam sehari itu kami jual 40 dan paling banyak 100 martabak, kadang juga lebih dari 100,” katanya.

Bagi Bryan, cara membuat martabak pada intinya sama saja. “Kalau membuatnya sih sama saja, cuma martabak kami ini lebih tebal dan toppingnya juga banyak,” tutupnya. (nha)