Tak sedikit orang yang menggunakan pil tidur atau obat tidur untuk membantu agar mereka bisa tidur dan beristirahat dengan baik. Bisa jadi obat tidur tersebut diresepkan oleh dokter atau mereka beli sendiri di apotek. Minum obat tidur tampaknya adalah hal yang wajar, tetapi menurut sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurtnal Substance Abuse and Mental Health Service Administration, obat tidur ternyata mengandung bahaya yang lebih besar dari yang dipikirkan oleh banyak orang.

Data menunjukkan bahwa adalah banyak kasus yang mengakibatkan seseorang dilarikan ke rumah sakit karena mengkonsumsi obat tidur secara berlebihan. Jumlah pasien yang dilarikan ke rumah sakit berkaitan dengan penggunaan obat tidur juga meningkat sejak tahun 2005 hingga 2010. Angka yang sebelumnya 21.824 kunjungan dalam dua tahun meningkat menjadi 42.274 kunjungan.

“Orang berpikir bahwa obat tersebut jinak. Itulah masalahnya. Obat tidur memang bisa membantu orang beristirahat dengan tenang. namun obat tidur hanya memiliki efek sementara, obat ini bukan untuk digunakan dalam jangka panjang. Jika digunakan secara tak tepat, obat ini bisa sangat berbahaya,” ungkap Carl Bazil, M.D dari Columbia University, seperti dilansir dari Womenshealthmag, Senin (1/9/2014).

Salah satu bahaya terbesar adalah efek buruk obat tidur seringkali dirasakan lebih besar pada wanita dibandingkan pria. Wanita berkemungkinan memetabolisme obat tidur lebih lama daripada pria, namun banyak dokter yang tak tahu hal ini. Masalah lain yang menyangkut obat tidur adalah efek yang akan dirasakan esok harinya setelah mereka mengonsumsi pil tersebut.

Orang akan merasa sedikit lelah ketika terbangun dari tidur setelah mengonsumsi pil tidur. Ini sebenarnya efek yang wajar, namun rasa lelah itu bisa bertahan lebih lama. Orang bahkan bisa masih merasa mengantuk esok harinya setelah semalam mengonsumsi obat tidur. Jika mereka mengantuk saat berangkat kerja dan berkendara, ini bisa berisiko sangat fatal bagi keselamatan mereka.

Pil tidur juga bisa memberikan bahaya yang serius jika Anda mengonsumsinya bersamaan dengan oba lain seperti alkohol dan stimulan. Efek obat tidur akan mengganda dan akan membuat orang merasa tak nyaman ketika bangun keesokan harinya. Orang seringkali juga tak sadar bahwa efek pil tidur sangat kuat dan cepat.

Obat tidur boleh dikonsumsi untuk membantu Anda tidur, namun jangan terlalu sering. Jangan bergantung pada obat tidur untuk bisa tidur dengan nyenyak. Mulailah untuk memperbaiki pola tidur, lakukan relaksasi sebelum jam tidur, atau konsumsi makanan yang bisa memicu rasa ngantuk. (tom)