Dalam dunia pekerjaan, selalu ada bos yang ditunjuk untuk memimpin sebuah perusahaan. Bos bertanggung jawab penuh atas kesejahteraan para karyawannya. Namun, terkadang karyawan kerap menyepelekan perintah dari sang atasan. Alhasil, pekerjaan pun menjadi terbengkalai.

Berbicara soal atasan, umumnya kaum pria lah yang mendominasi posisi tersebut. Namun, emansipasi wanita seakan menunjukkan bahwa para wanita juga bisa memimpin sebuah perusahaan. Lantas, manakah yang lebih mudah memimpin karyawan? Pria atau Wanita? Seperti dilansir Kompas, Kamis (4/9/2014), berikut penjelasan lengkapnya.

Positif dan negatif memimpin perusahaan dengan karyawan pria lebih banyak:
“Pria memerlukan waktu istirahat yang singkat tapi sering,” ujar Tammy Butler selaku pemimpin erusahaan IT di Chicago, Amerika Serikat.

Menurut atasan yang membawahi 19 karyawan ini, pria cenderung sulit mengekspresikan emosi dan tekanan hati.

â??Kami memasang meja biliar dan menyediakan beberapa alat fitnes, sehingga mereka dapat beristirahat selama 15 menit, atau kapanpun mereka mau. Perbedaan karyawan pria dan wanita yang nyata adalah pria tidak akan sungkan bertanya atau meminta sesuatu saat seseorang diberi hak yang lebih istimewa. Sebaliknya, wanita terlalu sopan dan akhirnya malah berujung dengan gosip atau bertengkar lewat surat elektronik antara satu dengan yang lain,â? paparnya.

Butler mengatakan, sikap yang selalu diutamakan pria dalam melakukan pekerjaan adalah kejujuran dan kebebasan. Meski begitu, kaum adam justru sulit melakukan pekerjaan multitasking. Sementara, dampak positif bekerjasama dengan karyawan pria adalah jiwa kompetisi dan selalu berani menantang diri sendiri menjadi lebih baik.

Positif dan negatif memimpin perusahaan dengan karyawan wanita lebih banyak:
“Kita semua adalah orang yang profesional saat bekerja. Jadi, pastikan untuk memimpin lewat karakter, bukan jenis kelamin,” kata Susie Tempest selaku pemimpin perusahaan PR Hills Balfour.

“Aku mungkin lebih sensitif untuk urusan emosi karyawanku. Beberapa pemimpin atau bos berpikir jangan pernah menggabungkan kehidupan personal dengan pekerjaan. Namun kenyataanya, kita semua menghabiskan sebagian hidup kita ditempat kerja. Jadi hal tersebut memang tak dapat dihindari,” ujar Liz Weston selaku pemimpin perusahaan WestonCommunications.

Weston mengaku, karyawan wanita sangat mudah untuk diatur lantaran mereka menghargai waktu dan proses. Tak hanya itu, pegawai wanita relatif lebih teliti dibandingkan pria. Bahkan, karyawan wanita lebih banyak memiliki ide kreatif.

Sedangkan, dampak positif bekerjasama dengan karyawan wanita adalah mereka mempunyai tanggung jawab yang tinggi dalam menyelesaikan pekerjaan mereka hingga benar-benar selesai dengan tepat waktu. (nha)