Mungkin Anda pernah melihat seorang musisi atau penyanyi yang melakukan lipsync alias pura-pura nyanyi ketika manggung. Meski kadang dimaklumi, tapi bagi banyak orang lipsync merupakan aksi yang tak disukai. Ternyata ada banyak hal yang mempengaruhi artis yang ingin, atau terpaksa lipsync. Dilansir dari Kapanlagi, Minggu (7/9/2014), berikut adalah alasan musisi lakukan lipsync saat manggung.

1. Lebih Praktis

Jika penyanyi atau band itu hanya akan membawakan dua atau tiga lagu, pihak manajemen tentunya tak ingin repot-repot untuk mengeset alat berjam-jam hanya untuk penampilan yang beberapa menit itu. Alhasil, para musisi harus memakai alat seadanya yang belum tentu sama dengan standart mereka. Agar tak semakin kacau, akhirnya jalan lipsync pun ditempuh. Tapi penyanyi itu juga bisa menggunakan teknik minus one, yang kurang lebih sama dengan karaoke.

2. Masalah Durasi

Seperti yang kita ketahui bersama, durasi merupakan bagian penting dalam dunia broadcasting atau penyiaran. Tiap detik tayangan televisi nilainya bisa mencapai jutaan rupiah. Karena itulah, durasi dijaga seketat mungkin. Dan salah satu yang beresiko membuat durasi molor yakni acara musik. Karena itulah, lipsync seringkali dipilih agar jalannya durasi lebih terjaga.

3. Meminimalisir Resiko dan Budget

Beberapa kali mungkin kita jumpai ketika girlband atau baoyband nyanyi live kadang mic-nya suka mati, atau volumenya nggak seimbang. Karena hal teknis seperti ini memang memerlukan audio engineering yang handal. Selain memperkecil risiko, ternyata lipsync juga dilakukan untuk ‘berhemat’. Beberapa manajemen yang menaungi band/grup dikabarkan memasang tarif lebih murah jika tampil secara lipsync.

4. Alasan Kesehatan

Penyanyi juga manusia, ada kalanya mereka berada di kondisi yang tak fit. Karena sudah terikat kontrak, mau tak mau mereka dituntut untuk memenuhi kewajibannya sebagai entertainer. Jika sudah parah seperti radang tenggorokan atau suara hampir habis, mau tidak mau mereka harus nyanyi dengan cara lipsync.

5. Hemat Tenaga

Lipsync untuk menghemat energi biasanya dilakukan oleh penyanyi RnB dan boy/girlband. Terlebih lagi jika durasinya cukup lama, cara ini jadi alternatif yang tak jarang juga jadi prioritas. Agar tak mengecewakan penonton, biasanya para performer membagi beberapa lagu yang dibawakan lipsync, dan sebagian lainnya ditampilkan secara live.

6. Kurang Percaya Diri

Para pendatang baru biasanya masih sering gugup, lupa lirik, dan kurang percaya diri. Banyak yang memilih lipsync, tapi tak semua seperti itu. Beberapa juga berani tampil dengan kualitas yang mereka punya. Biasanya pihak label ingin band yang mereka promosikan tampil secara lipsync untuk memberitahukan lagu sesuai di versi rekaman. Karena itu juga, band-band besar pun kadang lipsync atau minus one saat sedang promo single maupun album. (tom)