Berawal dari hobi, kini menjadi bisnis. Itulah peluang yang dilihat oleh Arie Setya Yudha yang sukses mengembangkan bisnis seragam militer bersama PT Molay Satria Indonesia. Melalui ketekunan dan kerja keras, Arie mampu mampu menghasilkan seragam tempur yang telah mendunia walaupun statusnya masih seorang mahasiswa.

Dikutip dari tribunnews.com (Rabu, 10/9/2014), dorongan untuk memulai bisnis berawal dari hobinya bermain airsoft gun. Ia tahu hobinya itu tidak bisa dibilang murah. Sebagai mahasiswa perantau, Arie pun tidak bisa mengandalkan uang pemberian orang tuanya untuk melanjutkan hobinya itu. Akhirnya Ia pun mencari cara untuk mendapat uang tambahan.

Kemudian muncul ide untuk membuat seragam permainan airsoft gun. Arie melihat seragam yang dijual di pasaran memiliki kualitas yang minim, dengan modal Rp 280.000, Ia mulai usahanya pada tahun 2009.

Ia buat pola di atas kain yang dibelinya sepanjang 4 m. Prosese penjahitannya Ia serahkan pada penjahit. Setelah seragam buatannya jadi, Arie mempostingnya di internet dan hasilnya banyak yang ingin membeli seragam perang milik Arie. Saat itu harganya Rp 560.000.

Setelah kesuksesan pertamanya itu, keuntungan yang diperoleh Arie makin mengalir. Dengan modal Rp 25 juta ditambah keuntungan yang diperolehnya selama penjualan. Arie semakin serius dan membuka rumah produksi di Yogyakarta. “Jadi sebenarnya saya beli mesin jahit dan saya kasih ke tukang jahit. Rumah mereka saya jadikan rumah produksi kami,” kata Arie.

Arie mengaku telah mempersiapkan banyak produk-produk baru agar konsumen memiliki lebih banyak pilihan produk. Dengan usahanya tersebut, Ia berharap Molay Military bisa terus meningkatkan diri di pasar lokal maupun internasional.

Walaupun mengalami berbagai kendala seperti kurangnya SDM dan proses pemasaran yang tidak mudah, tapi Arie berharap bisnisnya bisa terus meningkat dan tidak kalah saing.