Jika asap knalpot biasanya dianggap mengganggu karena menimbulkan polusi udara dan salah satu penyumbang terbesar terjadinya pemanasan global, ternyata bisa dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Hal itu dibuktikan oleh seorang mahasiswa bernama Chandra Sudomo Halim.

Seperti yang dikutip mongabay.co.id (Sabtu, 13/9/2014), Chandra merupakan mahasiswa semester 7 Fakultas Teknik di Universitas Surabaya (Ubaya). Chandra menciptakan alat bernama Electric Emission Mobile Charger (E2MC). Alat tersebut dirancang untuk menghasilkan energi listrik yang dibantu dari tekanan gas buang yang diperoleh dari asap kendaraan bermotor.

Ide awal pembuatan alat ini bermula saat Chandra berpikir untuk memanfaatkan gas buang motor yang semula dianggap tidak berguna oleh kebanyakan orang.

Cara kerja dari alat ciptaan Chandra Sudomo ini adalah ketika motor dinyalakan dan dalam keadaan aktif sekitar 20 kilometer per jam. Saat mulai men-charge, aliran listrik akan melalui kompone-komponen listrik terlebih dahulu. Komponen listrik tersebt berguna untuk menahan voltase listrik tetap stabil meskipun kecepatan motor bertambah. Perlu waktu sekitar 3 hiingga 4 jam untuk mengisi power bank dengan daya 3.500 mA.

Untuk membuat alat tersebut, Chandra harus mengeluarkan biaya sendiri sebesar Rp 600.000 hingga Rp 1 juta. Chandra juga memanfaatkan bahan bekas yang bisa di dapat dari sekelilingnya seperti baling-baling CPU bekas yang masih dalam kondisi baik.

Pada demo yang ditunjukannya, Chandra menunjukan alatnya mudah dipasang pada knalpot. Selain itu Chandra juga sudah mempersiapkan agar alatnya tersebut bisa bertahan dalam kondisi hujan yakni dengan memakai pelindung atau cover yang ditempelkan pada alatnya serta memasang alat pendeteksi kelembapan.

â??Dari asap knalpot ini kan sebenarnya ada sebuah sumber energi yang bisa dipakai. Nah mulai dari situ saya coba melakukan penelitian, ternyata dari asap knalpot itu ada tekanan gas buang dan ada juga panasnya yang bisa dimanfaatkan,” ujar Chandra.(dea)