Penyakit lupa memang kerap dialami oleh seseorang. Biasanya, lupa disebabkan oleh banyaknya pikiran yang mengganjal, depresi, stres berkepanjangan, dan kurang tidur. Jika seseorang sering mengalami kelupaan, maka perlu berhati-hati.

Pasalnya, lupa bisa memincu kerusakan pada memori otak manusia. Kondisi ini diungkapkan oleh Dr. Yuda Turana selaku pakar syaraf dari Universitas Atmajaya. Dr. Yuda mengatakan bahwa gangguan memori adalah penurunan fungsi kognitif otak yang ditandai dengan hilangnya daya ingat.

â??Lupa itu prinsipnya data di input tetapi tidak bisa dikeluarkan. Tetapi, kalau anak yang memang gangguan perhatian, ketika ditanya pelajaran tidak ingat, maka itu bukan tidak ingat melainkan datanya belum dimasukkan,â? kata Dr. Yuda, seperti dilansir Okezone, Senin (15/9/2014)

Lebih lanjut Dr. Yuda menjelaskan penyakit ini bisa dicegah dengan cara berpola hidup sehat seperti tidak merokok, dan meminum alkhohol, serta menjaga otak untuk tidak stres.

â??Kalau vaskular maka harus dibereskan, stres ya jangan stres, tidur dicukupi dan rokoknya distop. Jadi, kalau kita bicara pikun, targetnya memang bukan pada orangtua, tetapi usia-usia muda ini tahu tidak faktor risiko yang membuat pikun? Karena kalau sudah pikun beneran, kita seperti bicara pengobatan kanker stadium empat,â? jelasnya

Jika seseorang sudah memiliki kekurangan daya ingat yang tinggi, maka Dr. Yuda menyarankan agar segera periksa ke dokter spesialis.

â??Misalnya, pekerjaan satu belum beres, tetapi sudah masuk kerjaan berikut, sehingga akhirnya menjadi brain overload. Tapi ini belum tentu gangguan memori. Lalu orang yang depresi atau sedih berkepanjangan, mungkin kognitifnya bagus, tapi karena dia depresi maka bisa menurun. Jadi harus dicek fungsi otaknya, apakah dia terganggu di memorinya atau di atensinya atau di hal lain,â? tutup Dr.Yuda. (nha)