Pendekar Tongkat Emas

Nicholas Saputra bakal menampilkan sisi lain dari dirinya dalam film bertajuk â??Pendekar Tongkat Emasâ?. Seperti judulnya, aktor yang melejit lewat perannya sebagai Rangga di â??Ada Apa dengan Cintaâ? ini akan memerankan karakter seorang pendekar bernama Elang.

Nicholas pun menjalani berbagai persiapan fisik demi mendalami perannya ini. Ia juga rela memanjangkan rambut dan menggelapkan kulitnya. Hal ini tidak mudah dilakukan Nicholas karena ia punya kulit putih alami yang mudah kembali ke warna sepmula.

“Harus panjangin rambut, menghitamkan badan, karena saya cepet banget baliknya, jadi harus sering berjemur seminggu 2 sampai 3 kali,” ujar Nicholas di acara Popcon Asia 2014 seperti dilansir dari Sidomi News, Selasa (23/9/2014).

Tak hanya itu, aktor kelahiran Jakarta, 24 Februari 1984 ini juga harus rela menolak tawaran kerja lain. Pasalnya, syuting dilakukan selama tiga bulan di Sumba, Nusa Tenggara Timur, dan baru selesai Juni lalu. Ia pun tak lupa menyiapkan fisik yang kuat agar tak kepayahan selama syuting.

“Syuting baru selesai Juni. Challenging aja. Kita harus siapkan fisik, koreo, syuting cukup panjang. Satu scene bisa beberapa hari syutingnya,” jelas aktor berdarah Jawa-Jerman ini.

Tak hanya Nicholas, Mira Lesmana dan Riri Riza selaku produser juga rela mengeluarkan kocek yang tak sedikit untuk film ini. Tak tanggung-tanggung, â??Pendekar Tongkat Emasâ? yang disutradarai Ifa Isfansyah menghabiskan anggaran sebesar Rp 25 miliar.

Jumlah sebesar ini dianggap wajar oleh Mira karena mereka memang membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit. Di antaranya termasuk kebutuhan sehari-hari para kru dan aktor selama syuting.

“Walaupun mahal, saya pikir ini untuk kita semua. Jadi, kalau kita ambil resiko untuk hal-hal  baru, harus berani yah. Kalau saya nggak yakin, saya nggak mungkin memproduksi ini,” ungkap istri Mathias Muchus itu.

Rencananya, â??Pendekar Tongkat Emasâ? akan ditayangkan pada 18 Desember 2014. Film ini juga dibintangi Christin Hakim, Reza Rahadian, Eva Celia, dan Tara Basro. (nrl)