Hingga saat ini, tantangan permainan air bernama Ice Bucket Challenge masih dilakukan oleh sebagian orang di dunia. Aksi ini pun dilakukan oleh semua lapisan masyarakat mulai dari kalangan biasa hingga artis atau pejabat tertinggi.

Namun, kejadian naas harus dialami seorang pria bernama Tony Grider saat ia melakukan Ice Bucket Challenge. Ia meninggal dunia setelah melakukan tantangan seru tersebut. Selama ini, Tony berprofesi sebagai seorang pemadam kebakaran dari Kentucky.

Kyle Smith selaku pemimpin petugas pemadam kebakaran Campbellsville, membenarkan berita duka yang dialami oleh anak buahnya itu. Tony meninggal pada Sabtu kemarin waktu setempat. Selain Tony, ada pula seorang petugas lainnya bernama Simon Quinn yang mengalami nasib sial kala itu.

Simon pun mau tak mau harus kesetrum kabel listrik setelah mengikuti sebuah tantangan ice bucket challenge di Universitas Campbellsville. â??Keluarganya mengucapkan terima kasih kepada semua yang sudah ada untuknya menyusul kecelakaan ini,â? kata Smith, seperti dilansir News Day, Selasa (23/9/2014).

Tetapi, acara pemakaman Smith yang dijadwalkan Sabtu sore waktu setempat terpaksa ditunda. Pada 15 September silam, Quinn serta dua petugas lainnya yang mengalami cedera setelah ikutan ice bucket challenge baru saja meninggalkan rumah sakit

Pihak Kepolisian Campbellsville Tim Hazlette menuturkan bahwa saluran listrik sesungguhnya tidak pernah tersentuh. Kendati demikian, besarnya kekuatan listrik membuat para petugas pemadam kebakaran itu tersengat listrik.

Dari peristiwa ini, beruntung tak ada murid dari Universitas Campbellsville, Amerika Serikat (AS) yang mengalami cedera. Pasalnya, para siswa-siswi tersebut telah meninggalkan kampus saat insiden mengenaskan itu terjadi.

Ice bucket challenge dianggap sebagai aksi kemanusiaan yang bertujuan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS). Hingga sekarang, kampanye itu telah mengumpulkan dana sekitar US$41 juta atau Rp491 miliar. (nha)