Tentunya Anda sudah tidak asing, atau bahkan sering menonton anime bertema ninja berjudul “Naruto”. Anime yang diadaptasi dari manga (komik Jepang) karangan Masashi Kishimoto ini telah mengeluarkan beberapa film layar lebar, salah satunya adalah “Naruto the Movie: Ninja Clash in the Land of Snow” pada tahun 2004, yang merupakan film layar lebar pertamanya. Seperti apa pembuatan anime tersebut?

Film layar lebar tersebut ternyata diproduksi disebuah gedung sederhana dan peralatan yang digunakan juga cukup sederhana. Lebih unikn lagi, semua staf yang bertugas untuk menyelesaikan anime tersebut kebanyakan adalah wanita. Karena menggunakan peralatan sederhana, maka proses pembuatannya pun memang jauh dari kata canggih.

Proses awalnya dimulai dengan mengumpulkan seluruh anatomi tubuh para tokohnya, yaitu dari tampak atas, bawah, depan ,belakang dan samping. Selain itu warna dari tokoh tersebut juga harus detil dicatat.

Berikutnya adalah mempersiapkan naskah dan adegan, atau bisa disebut sebagai storyboard. Satf yang mengurus bagian ini memiliki peranan besar untuk menentukan keberhasilan naskah tersebut menjadi sebuah adegan yang diharapkan sutradara dan pengarangnya.

Kemudian para staf mulai menggambar tokoh yang nantinya akan menjadi gambar bergerak dalam kertas secara manual. Jumlah kertasnya bisa mencapai ribuan kertas hanya untuk satu gerakan mudah. Selain itu mereka juga harus menggambar background yang akan digunakan sebagai latar belakang dalam animenya.

Setelah itu, para staf yang menggambar di atas kertas itu harus membandingkan gambar-gambar sebelum dan sesudahnya, sehingga gerakan dalam animenya bisa terlihat mulus dan tidak kaku. Jika sudah beres, maka gambr tersebut kemudian dipindai agar muncul di komputer.

Setelah berada di dalam komputer, langkah berikutnya adalah memberi warna secara digital. Memberi warna ini tidak semudah kelihatannya, karena membutuhkan ketelitian yang sangat tinggi. Kemudian tahapnya mencapai pada proses video editing, dimana dalam tahap itu gambar yang sudah jadi diberikan efek dan gambar yang tidak tepat akan dihilangkan.

Setelah semua animasinya selesai, kini saatnya melakukan rendering, dan akhirnya melakukan proses pengisian suara oleh para pengisi suara yang di Jepang disebut dengan Seiyuu.

Anda bisa melihat proses pembuatan lengkapnya pada video di atas. (tom)