Di kota Jakarta ada berbagai tempat-tempat yang kental akan nuansa mistis. Bahkan, beberapa lokasi ini menjadi tempat keramat yang dipercaya keangkerannya. Salah satu tempat angker di Ibukota ialah Rumah Hantu Pondok Indah.

Rumah ini berada di Jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan. Sesungguhnya, rumah ini sudah digusur pada tahun 2008 silam. Kini, hanya tersisa kebun dan semak belukar yang tak terawat. Menurut cerita masyarakat, keangkeran rumah itu berasal dari penjual nasi goreng yang sedang berjualan di depan rumah tersebut.

Penghuni rumah akhirnya minta dibuatkan nasi goreng dan dibawakan ke dalam rumah. Padahal, rumah itu kosong. Kemudian, pedagang nasi goreng tidak kembali lagi dan hanya tinggal gerobaknya saja.

Namun, cerita itu langsung ditepis oleh Djoko selaku warga yang sudah menetap di kawasan itu sejak tahun 1993. “Itu hanya cerita yang dibuat-buat saja. Masyarakat di sini juga kaget ada cerita seperti itu. Kita hidup tenang-tenang saja dan saya kalau malam nongkrong di dekat sana tidak ada apa-apa,” ujar Djoko, seperti dilansir Detik, Kamis (25/9/2014)

Djoko menambahkan, hingga saat ini belum pernah ada warga yang melihat kejadian mistis di rumah Pondok Indah. “Malah, dulu ada maling yang ketangkap di sana. Rupanya di situ jadi tempat maling menimbun lampu-lampu hias yang diambil dari rumah-rumah mewah di sini. Sekarang sudah tinggal kebun dan jadi tempat pembuangan sampah,” lanjut Djoko.

Untuk soal pedagang nasi goreng, Djoko sontak mengutarakan fakta yang mencengangkan. Ia mengaku sangat kenal dengan penjual nasi goreng di sekitaran komplek rumah.

“Saya kenal kok dengan pedagang-pedagang nasi goreng di sini. Pernah, kita kumpulin mereka semua dan tanya satu-satu, temanmu ada yang hilang tidak? Mereka bilang tidak ada yang hilang, lengkap semua,” imbuh Djoko.

Selain hilangnya penjual nasi goreng, ada pula cerita lain yang menyebabkan rumah itu menjadi angker. Sekitar tahun 80an telah terjadi perampokan di rumah yang dihuni oleh tujuh warga negara asing. Seluruh penghuni rumah dibunuh termasuk anak-anak dan pembantu di rumah tersebut.

Meski hunian itu sudah dirobohkan sejak 4 tahun lalu, namun hingga saat ini pemilik dari rumah tersebut tidak diketahui siapa dan berada di mana. (nha)