Selama ini, otak dijadikan salah satu organ terpenting pada tubuh manusia. Tugas otak adalah menyerap berbagai informasi. Pada dasarnya, otak diciptakan dalam bentuk dan fungsi yang sama. Lantas, apakah otak pria dan wanita memiliki perbedaan?

Dr Michael Mosley selaku pakar sains dan teknologi BBC, mengatakan bahwa otak dibentuk dan dipengaruhi oleh hormon-hormon sejak masih dalam kandungan. Kondisi ini menjelaskan, kaum pria relatif lebih baik di sejumlah pekerjaan. Sementara, wanita senantiasa berbuat lebih baik untuk sesuatu yang berhubungan dengan perasaan atau empati.

“Namun tentu saja masih banyak hal lain yang mempengaruhinya, termasuk pengaruh sosial yang terjadi,” tutur Dr Mosley.

Berbeda dengan Dr Michael, Professor Alice Roberts mengklaim bahwa ada beragam faktor yang mempengaruhi perkembangan otak. “Kita hidup di negara yang memiliki sedikit wanita ahli fisika level A, dan hanya 7 persen insinyur wanita,” tandas Alice, seperti dilansir dari BBC, Rabu (1/10/2014).

Pernyataan Professor Alice pun disetujui oleh Profesor Simon Baron Cohen dari Universitas Cambridge. Ia menuturkan bahwa otak terbagi atas dua jenis yakni empatiser dan sistemiser.

“Empatiser merupakan jenis otak yang pandai mengidentifikasi bagaimana orang lain berpikir atau merasa. Sedangkan sistemiser adalah jenis otak yang dimiliki oleh orang-orang yang lebih tertarik untuk mencoba membongkar dan menganalisis sistem,” ungkap Simon.

Perbedaan antara otak pria dan wanita ini pun telah diamati oleh para peneliti di University of Pennsylvania. Para ilmuwan tersebut menelitiotak dari 949 responden pria dan wanita. Alhasil, perbedaan otak kaum pria dan wanita dimulai sejak umur 8 sampai 22 tahun.

Profesor Ruben Gurr selaku peneliti, menjabarkan bahwa pria kerap memperlihatkan hubungan kuat antara depan dan belakang otak mereka. “Laki-laki lebih mampu menghubungkan apa yang mereka lihat dengan apa yang mereka lakukan. Sedangkan perempuan memiliki lebih banyak kabel antara belahan kiri dan kanan otak,” tutupnya. (nha)