Umumnya, pikun atau demensia adalah suatu kondisi dimana seseorang sering merasa lupa akan sesuatu. Biasanya, penyakit pikun cenderung berkembang di usia lanjut. Namun, penyakit pikun dapat diatasi dengan sebuah cara yakni menghindari stres atau depresi

Seperti dilansir dari Times of India, belum lama ini sebuah studi menjelaskan bahwa stres atau depresi dapat meningkatkan risiko seseorang mengidap pikun di usia senja.

Studi tersebut menunjukkan bahwa stres ringan yang terjadi secara terus-menerus, juga mampu meningkatkan risiko pikun. Hal ini disebabkan lantaran stres dan depresi berhubungan erat dengan menurunnya kemampuan berpikir, memori, dan keterampilan seseorang.

“Temuan ini menarik, karena mereka menunjukkan fakta bahwa depresi menibulkan risiko demensia,” tutur peneliti dari Rush University Medical Centre, Amerika Serikat, Robert Wilson,

“Jika kita dapat mencegah atau mengobati depresi, kita miliki potensi membantu otak menjaga pikiran dan memorinya hingga usia senja,” lanjut Robert.

Penelitian ini pun sudah melibatkan sebanyak 1.764 responden berusia 77 tahun. Mereka pun diklaim tidak punya masalah dengan kesehatan otak. Kemudian, responden disaring setiap tahun berdasarkan gejala depresi, seperti masalah kesepian, atau kurangnya nafsu makan.

Selanjutnya, peneliti pun melakukan serangkaian tes lagi, untuk melihat perkembangan pemikiran, memori, dan keterampilan mereka selama delapan tahun.

Selama penelitian dilakukan, sekitar 22 orang (52% peserta) ternyata mengembangkan gangguan kognitif ringan (MCI). Sedangkan, 315 orang (18%) sudah mengembangkan demensia. Orang-orang yang mengembangkan demensia, relatif mempunyai tingkat gejala depresi lebih tinggi sebelum mereka didiagnosis.

Para peneliti menyarankan, seseorang sebisa mungkin menjauhi stres ataupun depresi dalam kehidupan sehari-hari. Jika seseorang punya masalah, sebaiknya jangan dipikirkan terlalu serius, melainkan dipecahkan solusi dan titik temu dari problem tersebut.

Jika seseorang selalu memikirkan segala permasalahan tanpa mencari jalan keluarnya, maka kondisi ini akan berdampak buruk bagi kesehatan. (nha)