Masih ingatkah Anda dengan kisah Malin Kundang? Ini adalah sesosok pemuda yang durhaka kepada ibu kandungnya. Kemudian, Malin pun dikutuk menjadi batu oleh sang ibu. Ternyata, tak Malin Kundang saja yang dikutuk menjadi batu. Ada pria lainnya yang juga bernasib sama.

Di Inggris, legenda ini dinamakan Bowerman’s Nose. Pria ini dikutuk lantaran tidak sengaja membuat marah sekelompok penyihir. Sesungguhnya, Bowerman’s Nose merupakan susunan batu granit kuno yang menjadi salah satu ikon Dartmoor.

Seperti dilansir dari Merdeka.com, Jumat (03/10/2014), batu ini memiliki tinggi sekitar 6,6 meter. Jika dilihat dari jarak jauh, batu tersebut justru terlihat mirip sosok manusia bertopi. Menurut cerita yang berkembang, nama Bowerman berasal dari bahasa Celtic, yaitu fawr maen yang berarti ‘batu besar’.

Tetapi teori ini mendapat pernyataan keras dari R. Hansford. Menurut Hansford, jika menggunakan tata bahasa Celtic, seharusnya nama yang digunakan adalah maen fawr.

Sedangkan, sumber lain yakni Atlas Obscura mengklaim bahwa Bowerman adalah nama seorang pemburu yang tinggal di sekitar Dartmoor seribu tahun lalu. Suatu hari, Bowerman mengajak sekawanan anjing pemburu miliknya untuk berburu.

Suatu hari, Bowerman beserta anjing-anjingnya berburu sampai ke dalam hutan. Tanpa diduga mereka memasuki daerah kekuasaan para penyihir yang sedang melakukan ritual keramat. Kala itu, salah satu anjing miliknya menumpahkan kuali yang digunakan para penyihir untuk ritual.

Melihat kejadian itu, sontak penyihir pun kesal lantaran ritual mereka diganggu oleh orang tak dikenal. Akhirnya, penyihir itu menyulap kawanan anjing serta Bowerman menjadi batu. Namun, ada pula yang disihir menjadi seekor kelinci. Selanjutnya,¬†Bowerman berubah wujud menjadi Bowerman’s Nose. Jika Anda penasaran dengan penampakan batu ini, Anda bisa datang ke pedesaan Dartmoor, Inggris.