Juariyah atau akrab disapa Iyah memiliki cita-cita yang tinggi dan kemauan bersekolah yang sangat besar. Tapi cita-citanya yang setinggi langit itu terpaksa harus Ia tunda, karena tradisi di kampungnya yang mengharuskan wanita untuk segera menikah dan mengenyampingkan pendidikan. Hidup di keluarga yang berkekurangan membuat sekolah Iyah terhenti.

Setelah berhenti sekolah, Iyah pun menjalani pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga. Selama bekerja, dirinya memiliki majikan yang sangat ramah yang selalu memaafkannya bila melakukan kesalahan. Dari kemurahan hati yang ditunjukkan majikannya itu, Juariyah kemduai belajar tentang kemurahan hati Tuhan, Ia tahu rasa kasih sayang bersumber semuanya dari Tuhan.

Seiring berjalannya waktu sambil belajar tentang kemurahan Tuhan, Juariyah pun bisa merasakan yang namanya pendidikan di sekolah. Ia pun kembali bersekolah hingga lulus SMP. Setelah lulus, Juariyah pun mendapat pekerjaan lebih baik dibanding pekerjaan sebelumnya. Juariyah bekerja di bagian keuangan di salah satu yayasan.

Dikutip dari jawaban.comi (Minggu, 5/10/2014), Juariyah sebelumnya sempat kecewa dengan keputusan ayahnya, namun lewat peristiwa ini, Juariyah bisa memaafkan sang ayah dan itu merupakan keputusan terindah yang pernah dilakukannya.

â??Tuhan nggak hanya membuka jalan-jalan baru dalam hidup saya lewat pendidikan. Tapi saya dapat memperbaiki hubungan saya dengan bapak saya. Yang tadinya saya sempat kecewa dengan keputusannya tapi lewat peristiwa ini, saya bisa mengampuni bapak saya dan saya rasa itu hal terindah yang pernah saya miliki,â? jelas Juariyah.

Kemurahan hati yang ditunjukan oleh sang majikan hingga dirinya bisa belajar tentang kemurahan hati Tuhan, menghantarkannya hingga bisa melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang SMP. Juariyah mampu mengubah hidupnya menjadi lebih baik daripada sebelumnya.(dea)