Kita baru saja memperingati Hari Batik Nasional tanggal 2 Oktober lalu. Wajar memang jika Indonesia mempunyai hari khusus untuk memperingati batik apalagi setelah batik dicanangkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO. Dengan adanya Hari Batik Nasional ini, diharapkan rakyat Indonesia bisa mengenal dan mencintai batik lebih dekat.

Untuk belajar dan mengenal batik lebih dekat, Anda tak perlu harus menunggu peringatan Hari Batik Nasional karena Anda cukup meluangkan waktu untuk berkunjung di Museum Batik Yogyakarta. Setiap daerah di Indonesia kini mempunyai batik daerah dengan ciri khas masing-masing, tetapi belajar tentang batik tentu kurang lengkap jika tidak belajar langsung dari sumbernya seperti Yogyakarta ini. Kunjungan ke museum yang satu ini bisa dijadikan alternatif ketika Anda berwisata ke kota pelajar ini.

Dilansir dari Yukpegi, Senin (6/10/2014), museum ini didirikan pada tanggal 12 Mei 1977 dan dimiliki oleh Hadi Nugroho yang memang mengabdikan hidupnya untuk melestarikan warisan budaya asli Indonesia yang satu ini. Untuk menemukan museum ini, Anda cukup mencari alamat Jalan Dr. Sutomo No.13 A Yogyakarta. Ketika tiba di lokasi, Anda akan menemukan bangunan museum yang berada di area dengan luas 400 meter persegi. Selain berfungsi sebagai museum, bangunan yang ada di area ini rupanya juga dijadikan tempat tinggal sang pemilik.

Ada lebih dari 1.200 koleksi batik yang tersimpan dalam Museum Batik Yogyakarta ini. Koleksi tersebut meliputi kain batik tulis sebanyak 500 lembar, kain batik cap sebanyak 560 lembar, alat membatik atau canting sejumlah 124 buah, dan tak lupa wajan untuk memanaskan lilin malam sebanyak 35 buah. Selain itu, Anda juga bisa menemukan berbagai bahan pewarna untuk batik termasuk malam yang digunakan untuk membentuk motif.

Dari sekian banyak koleksi yang ada dalam museum ini, Anda mungkin akan merasa takjub dengan koleksi paling tua berupa batik yang dibuat tahun 1840. Selain mengoleksi karya batik dari berbagai gaya, rupanya pemilik Museum Batik Yogyakarta juga memajang batik hasil karyanya sendiri termasuk batik gambar presiden Republik Indonesia dan beberapa nama besar baik di Indonesia maupun dunia termasuk Hamengkubuwono IX dan Bunda Teresa. (tom)