Norman Kamaru banting setir berjualan bubur dan makanan khas Manado usai karirnya di dunia hiburan makin meredup. Meski sempat mendapat cemoohan, Norman tak peduli dan tak pernah malu karena merasa bisnisnya halal.

Norman pun bersyukur karena warungnya kini semakin ramai. Ia bahkan mampu meraup omzet puluhan juga rupiah tiap minggunya saat ini.

“Alhamdulillah rezeki saya bertambah. Saya nggak menyangka bubur Manado ini membawa berkah,” ungkap Norman seperti dilansir dari Viva Life, Kamis (9/10/2014). â??Tiga bulan kami buka warung makan, modal kami sudah balik. Omzetnya puluhan juta per minggu.â?

Takut dibilang sombong, Norman merahasiakan jumlah pastinya. Yang jelas, mantan anggota kepolisian Gorontalo ini mampu menabung dan memberikan sebagian penghasilannya untuk orang tua.

Norman pun memiliki rencana untuk membuka cabang baru di daerah Jakarta Selatan. Pria berusia 28 tahun ini sengaja mencari lokasi yang dekat dengan apartemen agar bisa membidik pasar dari kalangan bawah, menengah, dan atas sekaligus.

“Rencananya mau buka cabang kedua di jalur ke Pasar Minggu,â? jelasnya. â??Di sana kan ada apartemen juga di foodcourt-nya.”

Norman bahkan sempat mendapatkan tawaran kerja sama dengan sistem waralaba. Namun untuk sementara ini, ia fokus menggunakan modal sendiri terlebih dulu. Ia yakin Tuhan sudah menyiapkan rezeki yang tepat untuknya.

Sukses berjualan bubur, Norman kini tak lagi merindukan dunia hiburan. Apalagi sang istri, Daisy Paindong, lebih suka Norman jadi orang yang apa adanya. Daisy bahkan bersyukur karena bisa selalu mendampingi Norman di masa sulitnya.

“Yang saya bersyukur, saya nggak kenal dia sebagai artis atau Briptu Caiya Caiya,â? aku Daisy. â??Saya kenal dia pas dia down. Saya tidak gengsi dia jadi Norman apa adanya.â? (nrl)