Sepeninggal Charly Van Houten dan Pepeng 2011 lalu, ST12 semakin jarang terdengar kabarnya. Namun, band beraliran Melayu ini ternyata masih belum berhenti berkarya.

Dengan formasi barunya yakni Pepep (drum), Indra (bass), dan Dimas (vokal), ST12 malah semakin mengepakkan sayapnya di industri musik luar negeri. Mereka bahkan nyaris berkolaborasi dengan Ron â??Bumblefootâ? Thal, gitaris Guns N Roses alias GNR. Namun sayang, niat itu urung terlaksana karena terkendala visa.

“Kami hampir diajak kolaborasi dengan gitaris Guns N Roses, mau dibuatkan album,â? ungkap Pepep seperti dikutip dari Liputan 6 Showbiz, Jumat (10/10/2014). â??Tapi karena ada masalah sama visa, nggak jadi.â?

Padahal, niat ini pertama kali diutarakan label Universal Singapura yang tertarik menyatukan genre ST12 dan Ron Thal yang berbeda. Musik Melayu yang  sering disepelekan di Indonesia ternyata menjadi daya tarik  tersendiri dari ST12.

“Ternyata daya tarik tersendiri buat musik melayu yaitu cengkok,â? jelas Pepep. â??Soalnya cengkok karakter Indonesia, sehingga itu membuat kami mau digabungkan dengan Gitaris GNR.â?

Tak hanya didapuk untuk berkolaborasi dengan Ron Thal, salah satu single ST12 bertajuk â??Putih-Putih Melatiâ? pun sangat diminati di mancanegara, yakni di Thailand, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Mereka bahkan mendapatkan 12 platinum karena lagu mereka laris manis diunduh di negeri jiran.

“Malaysia lima juta download, Thailand dua Juta, Brunei 500 download dan Singapura 500 download,â? terangnya. â??Indonesia belum.”

Untuk semakin mengembangkan karirnya di luar negeri, ST12 pun mencoba inovasi baru. Mereka ingin memasukkan unsur K-Pop di lagu baru mereka bertajuk â??Cinta Rock n Rollâ?. Cengkok khas Dimas akan dipadukan dengan rap ala K-Pop yang dibawakan Indra sehingga terciptalah musik hip hop Melayu. (nrl)