Single terbaru milik Taylor Swift berjudul “Shake It Off” sempat mendapat banyak perhatian. Dikenal sebagai penyanyi country pop, kini ia mengganti haluan musiknya jadi pop modern. Meskipun banyak yang memuji keberanian gadis berusia 24 tahun itu untuk mengubah musiknya, tak sedikit juga fans yang mengaku kecewa atas perubahan tersebut.

Terlepas dari itu, lagu “Shake It Off” rencananya akan dimasukkan ke dalam album terbaru Taylor Swift, berjudul “1989”. Album tersebut akan dirilis pada tanggal 27 Oktober mendatang.

Diundang ke salah satu acara televisi bertajuk “The Graham Norton Show”, mantan kekasih Harry Styles itu bicara mengenai albumnya. Menurutnya ini tak akan lagi mengandung aura galau seperti lirik-lirik yang ia tulis di karya sebelumnya.

“Ada sebuah emosi yang kompleks di dalam album ini. Namun tak seperti dulu, isinya bukan tentang patah hati melulu,” jawab Swift, seperti dilansir dari Digital Spy, Minggu (12/10/2014).

Mengaku sudah dewasa, Swift akan menunjukkan pada dunia bahwa ia adalah gadis kuat yang tak lagi cengeng. Album ini adalah sebuah gambaran mengenai kebahagiaan yang ia temukan dalam beberapa waktu terakhir.

“Album ini akan tetap menceritakan tentang hidupku, tepatnya dua tahun ke belakang. Selama itu aku telah menemukan banyak teman baru, menemukan diriku sendiri, merdeka, bebas, dan benar-benar bahagia,” lanjutnya.

Mengenai perubahan genre yang ia alami, Swift punya pandangan tersendiri. “Aku sebenarnya sudah punya sense pop sejak bertahun-tahun lalu. Namun ini pertama kalinya aku benar-benar merasa cocok dengan arah musikku. Fans hanya kecewa kalau musiknya jelek, bukan genre-nya.

Apakah album barunya akan memuaskan para fans dari Taylor Swift? Atau justru malah mengecewakan fansnya? Jawabannya bisa kita dapatkan setelah tanggal 27 Oktober nanti setelah perilisan albumnya. (tom)