Insomnia adalah penyakit susah tidur atau kebiasaan tidur larut malam. Jika Anda sering mengidap penyakit ini, maka waspadalah lantaran insomnia memicu tubuh kehilangan waktu tidur yang penting.

Lantas, bagaimana cara agar menghentikan kebiasaan insomnia? Terkait hal ini dr Andreas Prasadja, MD, RPSGT, dari RS Mitra Kemayoran angkat bicara. Dia menuturkan banyak orang insomnia lantaran pola tidur yang tidak teratur.

“Nomor satu, kalau orang masalah insomnia, pertama kali perbaiki dulu kesehatan tidurnya. Bagaimana kalau dia berkendara, mengoperasikan alat-alat berat? beberapa perusahaan tambang itu minta karyawannya sebelum tanda tangan kontrak kan medical check up. Salah satunya periksa tidur, itu harus,” kata dr Ade, seperti dilansir HealthDetik, Senin (13/10/2014)

Lebih lanjut dr Ade menambahkan, untuk orang yang sudah terbiasa tidur larut maka mereka perlu segera memperbaiki jadwal tidurnya menjadi sebelum jam 12 malam.

“Untuk menggeser jam tidur coba tidur 15 menit lebih awal dari biasanya. Kalau sudah terbiasa kurangi lagi 15 menit, dan begitu seterusnya. Kalau misalnya tiba-tiba jam tidur jadi balik lagi ke awal itu tidak apa-apa, pelan-pelan terbiasa,” lanjut dr Ade.

Tak hanya itu saja, mereka juga harus mengurangi cahaya lampu minimal satu jam sebelum tidur. Pasalnya, cahaya lampu bisa menjadi penyebab insomnia. “Salah satu pengganggu tidur itu cahaya. Ini kan (alat elektronik -red) memancarkan blue light yang dibaca oleh otak sebagai siang hari,” pungkasnya

Jika cara-cara di atas sudah dilakukan tetapi Anda masih saja insomnia. Maka langkah selanjutnya adalah memeriksakan kondisi ke dokter. Biasanya, dokter akan memberikan obat khusus yang didalamnya¬†mengandung melatonin. “Obat paling ringan yang mengandung melatonin. Kita tambahkan melantonin untuk membantu masuk tidur, agar lebih nyaman,” tutupnya. (nha)