STORY: Pria yang Melihat Peluang Bisnis dari Ban Bekas


Ban bekas sering dianggap tidak berguna, tapi di tangan Usman, ban-ban bekas tersebut disulap menjadi beragam kursi cantik dan unik yang menghasilkan omzet puluhan juta rupiah.

Usman, seorang pria berusia 37 tahun asal Desa Kasugengan Lor, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat ini, merintis bisnis pengolahan ban bekas yang merupakan turunan dari bapaknya sejak tahun 1980-an. Bersama 25 orang karyawan, Usman membuat banyak kursi yang dikirim ke luar pulau Jawa setiap harinya.

Kursi-kursi cantik itu dibuat Usman dengan mengandalkan ban bekas truk. Dengan cekatan, Ia membelah ban dengan menggunakan pisau yang sangat tajam di atas lahan kerjanya yang memiliki luas satu hektar tersebut.

Setelah dibelah, ban yang dibelinya dari Jakarta itu kemudian diolah dan dibentuk menjadi kursi-kursi yang cantik. Jangan kaget ketika Anda datang ke lahan kerja Usman, Anda akan melihat ratusan ban bekas yang telah dijejerkan dengan rapi, karena memang setiap harinya, sebanyak 120 ban bekas, Usman beli dari ibu kota.

“Kebanyakan bahannya (ban bekas) dari Jakarta. Tapi ada juga dari daerah lain. Sekali beli, pakai truk fuso,” jelas Usman di tengah aktivitasnya,” ucap Usman seperti yang dilansir dari kompas.com (Selasa, 14/10/2014).

Usaha yang kini dijalaninya merupakan warisan sang  bapak, Yusuf. Awalnya hanya ditemani dua orang pegawai, namun kini Usman sudah memiliki 15-25 karyawan yang setia menemaninya membuat kursi dari ban.

“Dalam seminggu, kita bisa selesaikan sekitar 105 set, atau sebanyak 420 kursi, dan 105 meja, siap kirim,” jelas Usman yang telah dikaruniai dua orang anak tersebut.

Dari usaha pengolahan limbah ban bekas menjadi kursi cantik ini, Usman dapat meraup keuntungan hingga Rp 160 juta per bulan.

“Meski ban bekas, tapi kalau bisa merajutnya, merapihkan, dan mempercanrtik, orang pun pasti tertarik. Apalagi kursi ini lebih jauh lebih awet ketimbang kursi kayu,” terang Usman.(dea)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
20
Love
OMG OMG
10
OMG
Yaelah Yaelah
40
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
30
Keren Nih
Ngakak Ngakak
60
Ngakak