Minuman dingin biasanya selalu di konsumsi saat cuaca panas. Pasalnya, minuman dingin dapat memberikan kesegaran ketika kita meneguknya. Dewasa ini, tak sedikit minuman dingin yang mengandung soda di dalamnya. Itu terjadi pada minuman kaleng atau berbotol.

Jika Anda kerap mengkonsumsi minuman soda, maka berhati-hatilah. Pasalnya, minuman dingin diklaim dapat memperpendek usia seseorang. Hal ini diungkapkan oleh tim peneliti dari University of California, San Fransisco.

Terkait hal ini, para peneliti sudah mengamati sebanyak 5.300 responden yang diketahui orang dewasa sehat dan tidak mengidap penyakit apapun. Pasca lima tahun, barulah diketahui bahwa mereka yang minum soda paling banyak mengalami penuaan lebih cepat ketimbang yang hanya minum sedikit.

Setelah diteliti lebih detail, rupanya mereka yang banyak mengkonsumsi soda mengalami perubahan pada ujung kromosom selnya, atau biasa disebut telomere. Kondisi ini menyebabkan telomere mereka menjadi lebih pendek.

Perlu diketahui, semakin pendek telomere seseorang, makin sedikit pula sel tubuh mereka yang bisa beregenerasi, sehingga tubuh mereka lebih cepat menua. Bahkan, pemendekan telomere juga berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit dan kematian dini.

“Kami kira kita bisa minum banyak soda asalkan berat badan kita tidak bertambah. Tapi studi ini membuktikan konsumsi soda ternyata dapat mempercepat proses penuaan, tanpa kita sadari. Terlepas ada pengaruhnya pada berat badan atau tidak,” kata peneliti Elissa Epel, seperti dilansir dari American Journal of Public Health, Senin (20/10/2014).

Kendati demikian, ada cara efektif untuk meminimalisir keadaan tersebut yakni dengan rutin berjalan kaki. “Berjalan kaki minimal 12.000 langkah dalam sehari atau 9,6 kilometer terbukti efektif menangkal perubahan pada tubuh akibat kebanyakan mengonsumsi fruktosa. Bahkan pada orang-orang yang tidak rutin berolahraga sekalipun,” tutup peneliti, Dr Amy Bidwell. (nha)