Semua orang pasti pernah merasakan jatuh cinta baik tua maupun muda. Cinta terkadang membutakan logika dan membuat kita rela melakukan apapun demi pujaan hati. Tapi tak semua bisa merasakan cinta yang sesungguhnya. Apakah benar Anda jatuh cinta dengan si dia? Atau sekedar mencintainya? Perbedaannya besar lho.

Dikutip dariĀ elitedaily.com (Selasa, 21/10/2014), berikut ini perbedaan antara jatuh cinta dan mencintai.

1. Menginginkannya

Perbedaan yang mendasar dari Anda jatuh cinta dari sekedar mencintai adalah Anda benar-bena ingin dia menjadi bagian dari hidup Anda. Orang yang jatuh cinta menginginkan orang yang Ia cintai hidup bersamanya bagaimanapun caranya. Sedangkan, orang yang hanya mencintai tidak menginginkan orang yang disukainya hidup bersamanya. Ia hanya ingin membuat orang tersebut senang.

2. Emosi Tinggi

Orang yang sedang jatuh cinta, tingkat emosinya menjadi tinggi. Anda jadi memiliki keinginan untuk terus memikirkannya dan selalu berada di dekatnya. Orang yang hanya mencintai selalu memikirkan orang yang disukainya dengan positif dan selalu berdoa yang terbaik untuk pasangannya.

3. Tujuan atau Komitmen

Ada kecenderungan untuk menuntut suatu hubungan yang serius bagi orang yang sedang jatuh cinta. Yang Ia lakukan dan oikirkan adalah selalu bisa berduaan dengan pasangannya. Sementara orang yang sekedar mencintai memikirkan banyak hal untuk memperkuat hubungan menjadi lebih baik tidak sebatas selalu berduaan saja.

4. Perhatian Lebih

Seseorang yang jatuh cinta biasanya akan berpikir sudah memberikan perhatian yang lebih terhadap pasangannya lebih dari siapapun.Padahal yang Anda lakukan tersebut belum seberapa jika dibandingkan perbuatannya pada Anda. Orang yang mencintai biasanya akan memberi perhatian lebih tanpa disadari.

5. Berhenti atau Terus Berusaha

Ketika jatuh cinta dengan seseorang yang sangat Anda cintai, ada saatnya Anda tidak akan pernah atau berhenti mencintai orang tersebut karena tidak sesuai dengan ekspetasi yang Anda bayangkan. Sebaliknya, orang yang mencintai merasa rasa cintanya tidak pernah habis walau harus menerima sakit.(dea)