Sebagaimana diketahui, negara Indonesia memiliki mayoritas jumlah penduduk beragama Islam. Itulah sebabnya, Indonesia kini dinobatkan sebagai destinasi wisata syariah di dunia. Terkait hal ini, ada 13 destinasi yang paling ramah Muslim di Tanah Air.

“Wisata syariah di Indonesia baru mulai diperkenalkan pada 2012. Dari semua daerah ada 13 destinasi yang paling ramah Muslim,” tutur Rizki Handayani, Direktur Promosi MICE dan Minat Khusus Kemenparekraf, seperti dilansir TravelDetik, Kamis (23/10/2014)

Ke-13 destinasi itu ialah Aceh, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Bali.

Lebih lanjut Rizki mengatakan, ke-13 destinasti itu dilihat dari berbagai faktor seperti objek wisata religi, hotel, fasilitas dan makanan. “Misal, dengan adanya hotel syariah. Sekarang ada 100-an hotel syariah, salah satunya Hotel Sunan di Solo,” terang Rizki

“Mereka (wisatawan asing beragama Islam) biasanya mencari restoran dengan label atau sertifikasi halal. Di Malaysia semua restoran sudah punya itu,” lanjutnya

Nama Bali, khususnya Lombok dan NTB memang menjadi unggulan untuk kategori ini. Pasalnya, kedua kota ini memiliki ribuan bangunan masjid.

“90% populasi di NTB adalah Muslim. Namun masyarakat kami menganut Tourism Brotherhood, persaudaraan antar umat beragama termasuk dalam pariwisata,” tutur Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Taufan Rahmadi.

Selain banyaknya masjid, kedua kota ini juga menghadirkan wisata syariah yang menjadi tolak ukur kehidupan sehari-hari oleh warga setempat.

“Aktivitas apapun yang menjadi wisata syariah adalah bagian dari rutinitas masyarakat Lombok. Termasuk saat turis menginap di pondok pesantren, akan dibawa lebih dalam pada aktivitas sehari-hari para santri,” papar Taufan.

Tak hanya itu, wisata alam yang terdapat di kedua kota itu juga menjadikan Lombok dan NTB layak dijadikan destinasi syariah. “Wisata syariah bukan hanya soal masjid atau situs religi, tapi juga keindahan alam. Turis diajak mengagumi karya Sang Pencipta,” tutup Taufan.

(nha)