Air terjun lazimnya menghasilkan air yang jernih dan menyegarkan. Tapi, pemandangan berbeda justru terlihat pada sebuah air terjun di benua McMurdo, Antartika yang justru menghadirkan fenomena air terjun darah.

Fenomena itu terbilang aneh dan tak lazim sehingga menimbukan tanda tanya besar bagi siapapun yang melihatnya. Orang-orang menyebut air terjun tersebut sebagai Air Terjun Darah.

Mendengar nama Air Terjun Darah saja tentu orang akan merinding dan bertanya-tanya. Terlebih lagi jika menghadapi langsung pemandangan unik berupa air terjun lima tingkatan yang mengalirkan air berwarna merah layaknya aliran darah.

Namun, Anda tak perlu khawatir karena Air Terjun Darah ini merupakan sebuah fenomena alam yang tak ada kaitannya dengan hal mistis. Air Terjun Darah ini terbentuk sejak lima juta tahun lalu. Air terjun ini terbentuk karena air laut naik sehingga membentuk sebuah danau asin.

Dilansir dari Mirror, Jumat (24/10/2014), gletser atau endapan es yang terbentuk pada sebuah danau yang terpisah tersebut membuat air yang terjebak menjadi tiga kali lebih asin daripada air laut. Kadar garam yang tak biasa inilah yang membuat air laut ini terlalu asin untuk dapat membeku. Membentuk danau, air  asin tersebut juga kaya akan kandungan besi.

Karena adanya gesekan di batuan dasar, air tersebut terjebak di kedalaman seperempat mil atau 400m, sehingga tidak pernah sedikitpun terkena sinar matahari yang memasok oksigen ke air tersebut. Jadi sudah bisa dipastikan bahwa air berwarna merah berasal dari kandungan besi yang terdapat di air tersebut.

Air terjun berdarah ini benar-benar suatu fenomena alam yang ajaib baik secara visual maupun ilmiah. Untung saja fenomena ini terjadi bukan karena ada mayat di dalam lapisan es. Anda bisa lihat videonya di atas. (tom)