Pengelihatan Winesi March pria Asal Malawi ini harus terganggu selama 12 tahun akibat penyakit katarak yang dideritanya. Setelah dua tahun silam, Winesi harus benar-benar buta dan tidak bisa melihat apapun karena katarak yang dideritanya semakin parah. Ia pun harus rela tidak bisa melihat wajah istri dan kehidupan yang Ia jalani.

Winesi beserta istri tinggal di sebuah pedesaan kecil yang belum mengetahui teknologi canggih. Ia dan keluarga tidak tahu bahwa penyakitnya tersebut bisa diatasi dengan pembedahan katarak. Pengetahuan tentang operasi katarak begitu minim.

â??Tidak pernah ada informasi tentang pembedahan katarak,â? ucap istri Winesi.

Winesi mengaku Ia begitu tersiksa dengan katarak yang dialaminya. Meski matanya mengalami masalah, Winesi masih tetap bekerja sebagai petani. Tapi setelah dua tahun mengalami kebutaan, Winesi tidak bisa melakukan apa-apa, bahkan makan pun harus dibantu. Yang paling Ia khawatirkan adalah sang istri, Ia khawatir tidak ada yang menjaga istrinya selama Ia buta.

Dikutip dari dailymail.co.uk (Sabtu, 25/10/2014), namun pada akhirnya Winesi mengetahui penyakitnya itu bisa sembuh dengan operasi. Keluarganya pun membawa Winesi ke rumah sakit. Hanya perlu waktu enam menit saja untuk mengoperasi mata Winesi. Ia melakukan operasi di Queen Elizabeth Hospital, Blantyre, Malawi. Terlbih lagi, biayanya pun sangat murah sehingga ketikaoperasinya berhasil, baik Winesi, istri, dan keluarganya begitu bahagia.

Kebahagiaan pun tidak bisa disembunyikan dari wajah pria berusia 69 tahun tersebut. Winesi sangat senang sekali, akhirnya Ia bisa kembali melihat istri tercinta beserta keluarga.

“Sekarang saya boleh melihat lagi dan boleh kembali mengurus pertanian. Saya ingin kembali bekerja dan mulai memasak lagi, melakukan segala hal,â? ujar Winesi dengan riang gembira.(dea)