Pernahkah Anda merasakan sensasi rasa tongseng yang berbahan dasar burung? Jika belum, Anda bisa mencicipi Tongseng Emprit yang ada di Bantul Jogjakarta.

Dikutip dari solopos.com (Selasa, 4/11/2014), sebuah warung makan yang berlokasi di Jl. Bantul KM 6, Desa Glondong Winongo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, menyajikan menu tongseng yang tak biasa yakni Tongseng Emprit. Bahan dasarnya adalah burung emprit atau yang dikenal juga sebagai burung bondol jawa. Burung ini dikenal sebagai musuh petani karena kerap memakan bulir-bulir padi yang hampir panen.

Di tangan Ibu Romi sang pemilik warung makan, burung emprit menjadi santapan kuliner yang nikmat. Daging burung terasa gurih dan empuk. Daging burung ini berbentuk kecil-kecil dengan tulang yang lunak, sehingga Anda tak perlu repot memisahkan daging dengan tulangnya.

Daging burung emprit berpadu dengan lezatnya bumbu tongseng yang terdiri dari bawang putih, merica, ketumbar dan bawang merah serta sedikit kecap tanpa santan, begitu pas di lidah. Bisa juga ditambahkan cabai untuk Anda yang suka dengan rasa pedas.

Warung makan Ibu Romi buka dari sore hari yakni mulai pukul 15.00 – 21.00 setiap harinya. Ibu Romi sudah membuka usaha Tongseng Emprit ini selama tujuh tahun. Pembelinya tak hanya datang dari wilayah Bantul dan Jogja, tetapi juga dari luar daerah. Banyak pelanggan yang penasaran akan tongseng buatan Ibu Romi.

â??Biasanya kalau liburan tamu-tamu ramai dari luar kota. Ada yang dari Jakarta, Solo dan Klaten, mereka penasaran dengan rasa dan khasiatnya,â? kata Ibu Romi.

Untuk mencicipi tingseng unik Anda, membelinya dengan sistem per ekor. Satu ekor daging emprit dihargai Rp 1.000. Harga yang sangat murah bukan? Selain menu tongseng emprit, di tempat ini juga tersedia menu tongseng codot (semacam kelelawar) dan codot goreng.(dea)