Tidur merupakan suatu kegiatan yang penting dalam kehidupan. Manusia butuh setidaknya tidur selama 8 jam sehari agar kualitas hidup selalu terjaga. Namun karena sibuknya aktivitas dan pekerjaan, terkadang membuat seseorang jadi kurang tidur adn akhirnya terkena berbagai penyakit.

Dikutip dari beritasatu.com (Kamis, 6/11/2014), menurut pendapat para ahli dari The Ohio State University Wexner Medical Center, Amerika Serikat (AS), seseorang yang mengalami kurang tidur akan menilbukan dampak buruk bagi kesehatan bagi semua usia.

“Untuk anak-anak, kurang tidur dapat menyebabkan masalah perilaku, kesulitan fokus dan belajar di sekolah dan ini dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh mereka, ” kata Dr Aneesa Das dari Wexner Medical Center Ohio State.

Menurut sang dokt er, jika sampai terjadi kelalhan parah terjadi pada anak-anak, mereka akan sulit untuk memproses apa yang terjadi di sekitar mereka. Kerusakan tersebut semakin parah ketika dibawa sampai remaja.

Pada tubuh remaja, terdapat ritme sirkadian atau jam tidur biologis yang mengatur kapan saatnya terjaga dan tidur. Jika mereka terlalu lelah karena kurang tidur, maka jam biologis tubuh ini akan terganggu.

“Tidur adalah waktu yang digunakan tubuh untuk memulihkan diri. Otot dan jaringan lain memperbaiki diri, lalu hormon yang mengontrol pertumbuhan, perkembangan dan nafsu makan dilepaskan. Energi dipulihkan dan memori dipadatkan, jadi kita perlu mencoba untuk mendapatkan tidur yang teratur secara rutin, ” tambah Dr Aneesa.

Sementara jika terjadi kasus kurang tidur pada orang dewasa, akibatnya akan lebih buruk lagi. Kurang tidur dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit serius seperti jantung, tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes, dan depresi.

Menopause pada wanita dan pembesaran prostat pada pria menjadi salah satu penyebab orang dewasa mengalami gangguan tidur.

National Sleep Foundation di Amerika Serikat menyarankan tidur yang baik bagi orang dewasa adalah sekitar 7 hingga 9 jam per hari.(dea)