Bagi seseorang yang dari kecil sudah hidup di desa, pastinya suatu saat akan penasaran bagaimana rasanya tinggal di kota besar, seperti Jakarta.

Mungkin benar faktanya jika hidup di kota jauh lebih terpenuhi akan segala kebutuhan, mulai dari makanan, pekerjaan, dan gaya hidup yang lebih terarah.

Meski begitu, sebuah studi baru-baru ini mengemukakan hal yang cukup mengejutkan. Pasalnya, seseorang yang tinggal di kota akan membuat wajahnya terlihat lebih tua. Lho, kenapa bisa begitu?

Hal ini pun dibuktikan oleh sebuah penelitian. Para peneliti mengatakan bahwa wanita yang tinggal di pedesaan terlihat lebih muda dibandingkan di perkotaan. Tinggal di kota membuat usia kulit 10% lebih cepat tua dibandingkan di desa.

Senada dengan para peneliti, sebuah perusahaan kosmetik Procter & Gamble mengklaim bahwa polusi udara mengandung 224 bahan kimia yang merusak kulit.

Penelitian itu pun membentuk dua grup yang terdiri diri 200 wanita yang berusia 30 sampai 45 tahun dengan membandingkan penduduk yang tinggal di kota dengan di desa.

Adapun kedua grup itu memiliki gaya hidup yang sama dan terkena sinar ultraviolet. Hasilnya, seseorang yang tinggal di desa menunjukkan tingkat yang lebih tinggi dari penuaan karena sinar matahari, akan tetapi kerusakan secara keseluruhan lebih buruk bagi orang yang tinggal di kota.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Profesor Wei Liu, seorang dermatologis rumah sakit umum angkatan udara China di Beijing. Pada dasarnya, tingakt polusi di perkotaan jauh lebih tinggi dari desa. Itulah penyebab kulit orang yang hidup di kota menjadi tua.

Polusi sendiri dapat menimbulkan peradangan, merusak kolagen yang mempertahankan elastisitas kulit dan mempercepat kerutan dan penuaan.

Stephanie Williams, seorang dokter kulit di Harley Street mengatakan bahwa salah seorang pasiennya di kota berkata harus membersihkan kotoran dari wajahnya setiap hari. “Kapas putih berubah menjadi abu-abu. Anda dapat melihat semua polusi, bahan kimia dan kotoran lainnya dikulit.” kata Stephanie

(nha)