Rachmi Aziah

Warga Indonesia pasti mengenal nama Ismail Marzuki. Ya, beliau-lah yang telah berjasa menciptakan berbagai lirik lagu yang beberapa diantaranya menjadi lagu wajib Indonesia dan lagu-lagu lainnya menjadi lagu yang melekat di hati masyarakat walau sudah berganti-ganti zaman.

Sebut saja beberapa judul seperti Halo-Halo Bandung, Juwita Malam, Rayuan Pulau Kelapa, Sepasang Mata Bola, Selendang Sutera, Aryati, Kopral Jon, O Sarinah, dan masih banyak lagi berikut dengan lagu yang tak terpublikasi.

Ismail Marzuki meninggal dunia dengan meninggalkan seorang anak perempuan tunggal bernama Rachmi Aziah, yang sekarang telah berumur 61 tahun. Meskipun lagunya selalu dikenang dan dinyanyikan di berbagai acara dan kesempatan, namun nasib putri Alm. Ismail Marzuki tidaklah sebagus yang diperkirakan. Rachmi saat ini bertempat tinggal di sebuah rumah kontrakan sederhana di daerah Depok, Jawa Barat. Pekerjaannya sehari-hari pun tak bisa dikatakan seratus persen menjamin kehidupannya dan jauh dari kata mapan.

Rachmi setiap hari bekerja di depan salah satu sekolah dasar yang berada tak jauh dari rumah kontrakannya. Rachmi membuka warung kecil yang hanya bermodalkan meja, payung, dan beberapa jenis minuman sirup serta es batu. Dari usaha inilah Rachmi menggantungkan seluruh biaya hidupnya.

Sedangkan suaminya yang bernama M. Benny hanyalah pekerja serabutan. Suaminya hanya bisa membawa pulang nafkah jika mendapat order penjualan mobil, rumah, tanah, atau apapun yang bisa menghasilkan uang dengan halal.

Kesulitan hidup Rachmi diawali ketika ayahnya sakit karena terserang TBC. Awalnya ayah dan ibunya masih bisa menanggung pengobatan sekaligus kebutuhan keluarga.

Namun dengan semakin buruknya kesehatan sang ayah yang telah berlangsung sampai 10 tahun, akhirnya hutang-hutang pengobatan mulai membengkak dan mereka pun kehilangan beberapa aset berharga, termasuk rumah, demi menutupi tagihan. Setelah sang ayah meninggal, Rachmi dan ibunya menumpang di rumah saudara di Kebayoran selama puluhan tahun hingga akhirnya Rachmi menikah.

Ismail Marzuki

Setelah menikah pun, ternyata Rachmi mendapatkan cobaan dalam sakit penyakit. Ia pernah menderita sakit jantung dan sempat dirawat inap selama beberapa hari di Rumah Sakit. Dokter mengajukan operasi untuk pemasangan ring di jantung Rachmi, namun karena biaya operasinya yang kelewat besar, Rachmi tidak bisa menyanggupinya.

Bahkan untuk biaya obat-obatan dan opname pun Rachmi sudah kesulitan, namun akhirnya terbantu dengan uluran dana dari Walikota Tangerang Selatan. Setelah penyakit jantung, berikutnya Rachmi terserang stroke. Dan lagi-lagi, karena biaya pengobatan yang tak terjangkau Rachmi kewalahan dan menutupinya dengan pinjaman-pinjaman.

Sekarang meskipun Rachmi sudah dinyatakan sehatâ??walau belum sepenuhnyaâ?? tapi hidup wanita kelahiran Bandung ini jadi dililit banyak hutang. Belum lagi tagihan kontrak rumah yang tiap tahun mencekiknya. Sampai-sampai Rachmi pernah mengalami masa dimana tagihan kontraknya menunggak hingga 6 tahun. Beruntung sang pemilik rumah mau berbaik hati tak mengusir Rachmi dan bersedia menerima bayarannya dengan dicicil.

Tak banyak yang tahu dengan kondisi putri Alm. Ismail Marzuki ini. Meski setiap bulannya Rachmi mendapat santunan dari Kemensos sebesar 1,5 juta rupiah, namun tetap saja jumlah itu tak dapat menanggung kehidupan keluarganya di rumah. Apalagi tiap uang santunan sampai ke tangannya, Rachmi lebih merelakan uang tersebut untuk membayar hutang.

Belum lagi royalti yang makin lama makin tak kelihatan. Lagu-lagu ayahnya memang sering dinyanyikan di berbagai acara, namun hanya sedikit artis yang membayar kewajiban royalti kepadanya. Rachmi sebenarnya tidak banyak mengeluh dengan kehidupannya. Ia bersikap ikhlas dan nama besar ayahnya tak lantas menjadikannya orang yang lupa diri.

Ia menerima keadaannya sekarang namun tidak berhenti berjuang untuk mendapatkan hidup yang lebih sejahtera serta meraih impian terbesarnya, yaitu membeli rumah. Rumah yang dapat membahagiakan keluarganyaâ??tak peduli rumah besar maupun kecil.

Sumber: Kartini