Vokalis band U2, Bono, terhindar dari bencana saat pesawat yang ditumpanginya nyaris jatuh. Pintu belakang pesawat Learjet 60 D – CGEO yang membawa Bono dan keempat temannya itu terlepas di atas perairan Jerman, setelah satu jam penerbangan dari Dublin, Irlandia ke Berlin pada hari Rabu kemarin.

“Dia (Bono) sangat beruntung, pesawat itu bisa saja jatuh. Sekitar satu jam penerbangan mereka mendengar bunyi keras datang dari belakang pesawat. Insiden tersebut membuat seisi pesawat terkejut. Tetapi pesawat masih bisa terbang dan mendarat dengan selamat di bandara Berlin. Ketika mendarat mereka tercengang melihat bagian belakang pesawat itu terlepas,” kata sebuah sumber menurut laman Ace Showbiz.

Dilansir dari Daily Mail, Sabtu (15/11/2014), seluruh pintu belakang bersama barang bawaan Bono dan teman-temannya jatuh di udara. Mereka tidak tahu apakah pintu dan isi bagasi itu jatuh di laut atau di darat. Di ketinggian seperti itu apapun bisa terjadi dan mereka semua merasa sangat beruntung masih hidup.

“Pesawat Bono mengalami insiden dalam penerbangan, tapi mampu mendarat dengan sempurna meskipun mengalami kerusakan. Sepengetahuan kami, tidak terjadi benturan saat mendarat,” kata Ralf Kunkel, juru bicara Berlin Schonefeld Airport. Biro Penerbangan Federal Jerman telah melakukan investigasi atas penyebab insiden itu.

Bono dan rekan-rekannya di U2 telah dijadwalkan menghadiri Bambi International Music Awards di Berlin. Hanya beberapa jam setelah insiden itu, sesuai jadwal, Bono menemui Menteri Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Jerman, Gerd Mueller.

Sebelumnya, Bono dan bandnya, U2, sempat mendapat banyak kritik dari banyak pihak setelah merilis album baru secara gratis di iTunes. Kritikan tak hanya datang dari para penggemarnya, namun ada juga dari rekan sesama musisi. Drummer┬áPink Floyd, Nick Mason bahkan menyebut U2 ‘salah arah’. (tom)