Malang benar nasib wanita asal Wenzhou, Provinsi Zhenjiang, China. Sudah menjadi selingkuhan pria beristri, dia pun harus rela hubungan diam-diamnya itu diakhiri oleh sang pacar. Tapi wanita yang menyebut dirinya Doudou ini punya cara unik untuk merelakan kepergian sang kekasih. Ia dan kekasihnya yang sudah memiliki istri menggelar pernikahan bohongan.

Seperti yang dilansir dari Odditycentral (Sabtu, 15/11/2014), Doudou jatuh cinta pada seorang pria yang 11 tahun lebih tua usianya. Ia bertemu dengan pria pujangga hati di sebuah restoran di China. Di mata Doudou, pria itu menarik dan romantis.

“Dia menarik dan romantis, dan saya berpikir bahwa saya telah bertemu dengan pria impian saya, dan bahwa kita akan menghabiskan sisa hidup kita bersama-sama,” ungkapnya.

Tapi sayang pria yang telah memesona hati Doudou ternyata sudah memiliki istri. Doudou pun marah, namun kemarahan itu tak lantas memadamkan api cinta yang sudah terlanjur membakar seisi hati Doudou. Hubungan mereka pun terus berlanjut.

Pada suatu ketika, istri dari si pria curiga dengan hubungan mereka berdua. Sang pria pun berpikir bahwa hubungan mereka terlalu beresiko untuk dilanjutkan, dan Ia lebih memilih untuk meninggalkan Doudou.

Tentu saja, sebagai waninta Doudou sangat terpukul menerima kenyataan bahwa pria yang amat dicintainya lebih memilih untuk meniggalkannya. Doudou pun rela ditinggalkan. Tapi dibalik kerelaannya itu, si pria harus mau ikut dalam pernikahan pura-pura sebagai perpisahan.

Dalam pernikahan tersebut keduanya mengucap sumpah mereka saling mencintai tetapi kemudian mereka berkata akan berpisah. Keduanya pun bertukar cincin. Mereka mengizinkan media meliput acara pernikahan mereka dan menuliskan kisah tentang keduanya. Tapi dalam acara tersebut tak ada tamu yang diundang, pesta kecil itu sepi tanpa pengunjung.

Pengelola hotel yang mengadakan pesta pernikahan itu mengatakan bahwa itu pesta terkecil yang pernah mereka tangani.¬†“Saya harus mengakui itu adalah upacara terkecil yang pernah kami atur, tetapi bisnis adalah bisnis. Mereka ingin itu dilakukan terburu-buru, dan kebetulan saya juga menerima pembatalan jadi saya bisa menggelar acara itu tanpa masalah,” kata pemilik hotel.