Di masa sekarang banyak orang yang menganggap ponsel sudah bukan lagi kebutuhan sampingan melainkan kebutuhan utama. Siapapun, bahkan masyarakat kalangan bawah pun, dapat memiliki handphone dan menjadikannya barang telekomunikasi utama.

Dengan terus meningkatnya pengguna ponsel di Indonesia sekarang negara kita telah menjadi negara pengguna ponsel terbesar keempat setelah India, China, dan Brazil. Bahkan negara adidaya Amerika pun hanya menduduki peringkat ketujuh. Total pengguna ponsel di Indonesia sebanyak 101 juta pelanggan, yang diantaranya 83 juta pengguna GSM dan 18 juta pengguna CDMA.

Dengan jumlah tersebut, maka tak heran jika anak-anak TK, SD, dan SMP sudah banyak yang menenteng ponsel dan bertelpon ketika di jalan dan sekolah. Umumnya banyak orangtua yang cemas dengan keadaan anaknya ketika diluar rumah dan menjadikan ponsel sebagai perantara jarak mereka. Tak sedikit juga orangtua yang tak memiliki banyak waktu dalam berkomunikasi secara langsung dengan sang anak apalagi memantau kesehariannya. Dan solusi termudah adalah dengan membekali sang anak dengan ponsel.

Namun, sudah cukupkah pengertian dan tanggung jawab yang diterapkan orangtua kepada si anak dalam memiliki ponsel? Banyak hal yang sebaiknya diperhatikan oleh orangtua sebelum memberikan ponsel agar hal tersebut tidak berdampak merugikan.

  1. Jika anak meminta ponsel, pastikan bahwa alasan utamanya bukanlah karena gengsi. Kalau memang alasannya itu, maka sudah dapat ditebak bahwa mereka belum memperhatikan sepenuhnya fungsi ponsel yang paling mendasar. Tekankan pada anak bahwa ponsel adalah sebuah tanggung jawab. Tanggung jawab dalam merawat dan menjaga. Jelaskan bahwa ponsel adalah benda mahal yang tidak dapat semudah itu didapatkan dan dibuang, dengan begitu anak akan lebih menghargai pemberian sebuah benda dan mau menjaganya agar tetap awet.
  2. Jangan berikan ponsel dengan fitur-fitur yang berlebihan yang tidak sesuai dengan kebutuhannya. Kenalkan pada anak bahwa fitur utama sebuah ponsel adalah telepon dan SMS dan biarkan mereka menggunakan manfaat tersebut dengan bijak. Dengan begitu anak tidak akan kehilangan pengertian yang sesungguhnya mengenai ponsel.
  3. Batasi pemberian pulsa. Karena hal ini seringkali menentukan sifat boros tidaknya seorang anak. Pada usia muda, tak banyak anak yang mengerti bagaimana memanfaatkan pulsa dengan bijak. Semakin banyak teman semakin sering pula mereka ber-SMS ria, dan tak jarang isinya bukan hal yang penting, dan tentu itu merugikan. Katakan kepada anak bahwa selama masih bisa mengobrol secara langsung di sekolah, maka sebaiknya minimalkan SMS dan telepon. Lakukan itu ketika memang informasi yang disampaikan dirasa penting. Jika anak selalu minta tambahan pulsa dan makin meningkat tiap waktunya, sudah saatnya memeriksa pemakaian tersebut terbuang kemana. Jika terbuang untuk SMS dan telepon yang dirasa kurang penting dan menghabiskan waktu belajarnya tanpa menghasilkan nilai positif, beri peringatan.
  4. Jadikan ponsel sebagai barang bersama. Jika sedang berada dirumah dan dihadapan keluarga, beritahu bahwa ponselnya harus mau dipegang oleh orangtuanya. Dengan begitu ponsel anak akan selalu terpantau dari hal-hal negatif yang mungkin merupakan bawaan dari teman-temannya. Dan jangan biarkan anak terlalu lama bermain-main dengan ponselnya dalam waktu yang berjam-jam. Jika itu dilakukan, beritahu sang anak bahwa itu adalah hal yang tidak baik.

Dalam mendidik anak tentang bagaimana kebijakan dalam memiliki ponsel harus diterapkan dengan tegas namun halus. Jangan larang anak secara berlebihan karena ini malah akan membuatnya merasa orangtua mereka kolot dan banyak melarang. Terapkan peraturan dengan baik dan santai, dan selebihnya kontrol terus penggunaan ponsel anak.

Yah, dampak negatif dan positif dalam memberikan ponsel kepada anak yang masih bersekolah memang relatif dan tergantung penerapan orangtua sendiri. Karena perkembangan teknologi tidak ada yang buruk, yang menjadikannya buruk adalah bagaimana kita menggunakannya dan bagaimana membangun pribadi kita selama penggunaan teknologi tersebut.

Sumber: Kartini (untuk informasi jumlah pengguna ponsel dunia)